Penandatanganan kesepakatan perdagangan APBD Kota Malang  2020.  (Arifina Cahyati Firdausi/MalangTIMES).
Penandatanganan kesepakatan perdagangan APBD Kota Malang 2020. (Arifina Cahyati Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Anggaran makanan minuman (mamin) dalam APBD Kota Malang tahun 2020 mencapai Rp 25 miliar. Angka itu terbilang cukup fantastis jika dibandingkan anggaran layanan dasar publik lainnya, seperti anggaran untuk bantuan 425 siswa kurang mampu di Kota Malang yang hanya mencapai Rp 3,1 miliar.

Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, anggaran tersebut terlihat besar lantaran memang dimasukkan dalam satu rekening sekaligus. Hal itu berbeda dengan skema penganggaran mamin tahun-tahun sebelumnya yang tersebar di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

"Dulu anggaran mamin disebar di setiap OPD. Kalau sekarang disatukan di satu rekening saja. Jadi, terlihat sangat besar," katanya ditemui usai menghadiri sidang paripurna di gedung DPRD Kota Malang, Senin (4/11/2019).

Sutiaji menjelaskan, anggaran mamin tersebut diperuntukkan bagi berbagai jenis kegiatan. Sebab, selama ini ada banyak kegiatan yang tentunya membutuhkan suguhan makanan dan minuman.

"Semisal ada yang minta gala dinner, kan kami juga tidak mungkin menolak itu. Dan kami pastinya yang akan menyiapkan mamin," imbuh Sutiaji.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika menambahkan, sebelumnya dia sempat menanyakan penganggaran tersebut kepada Pemkot Malang. Kemudian mendapat jawaban bahwa anggaran terlihat besar lantaran penganggaran dilakukan di satu rekening saja.

"Sudah kami tanyakan mengapa anggaran mamin sebesar itu. Karena sebelumnya kami juga tidak dikasih dokumen rencana kerja anggaran (RKA). Dan jawabannya karena dijadikan di satu rekening," imbuhnya.

Meski begitu, usulan tersebut tetap disahkan oleh DPRD Kota Malang dalam sidang paripurna pengesahan APBD Kota Malang 2020. Sebab, anggaran tersebut juga telah disetujui sebagaimana terlampir dalam dokumen KUA-PPAS 2020. "Dokumen KUA-PPAS itu kan sebelumnya sudah disahkan oleh dewan sebelumnya dan kami melanjutkan," ucapnya.