Ilustrasi penganiayaan pacar (.net)
Ilustrasi penganiayaan pacar (.net)

MALANGTIMES - Apa yang dilakukan Fransisco S (26), warga Jalan Danau Bratan, Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang atau yang kost di Jalan Raya Sawojajar No. 1, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang terhadap pacarnya ini tak patut ditiru.

Pasalnya, belum resmi menikah Fransisco sudah melakukan penganiayaan dengan menempeleng pacarnya sendiri yakni WCY (26), warga Jalan Madyopuro gang 2, Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, sebanyak beberapa kali.

Masalahnya hanya karena hal sepele. Pelaku merasa curiga dengan riwayat penggunaan jasa ojek online yang dilakukan oleh WCY yang berkali-kali, tanpa diketahui oleh Fransisco. Dari situ, akhirnya membuat Fransisco emosi dan melakukan tindakan tidak terpuji pada WCY.

Informasi yang diperoleh MalangTIMES, ihwal kejadian tersebut bermula pada 28 Oktober 2019, ketika korban mendatangi tempat kos Fransisco. Saat datang, masih terjadi obrolan seperti biasanya tanpa ada percekcokan. Namun tak berapa lama, sekitar pukul 15.00 wib, Fransisco kemudian membuka aplikasi Gojek dari WCY.

Fransisco kemudian mendapati riwayat pemesanan atau penggunaan aplikasi gojek yang telah berkali-kali. Di situ membuat Fransisco merasa curiga terhadap WCY mengapa dan menemui siapa saat menggunakan aplikasi Gojek tersebut.

Fransisco kemudian sontak saja emosi dan langsung melemparkan HP ke arah wajah WCY. Setelah itu, Fransisco kemudian menanyakan apa tujuan WCY menggunakan jasa Gojek berkali-kali. Namun meskipun sudah dijawab oleh WCY, Fransisco tetap tidak mempercayai apa yang dikatakan WCY.

Cekcok mulut akhirnya terus terjadi hingga Fransisco semakin naik pitam dan melakukan penempelengan  kurang lebih sebanyak lima kali mengenai kedua pipi pelapor kanan dan kiri. Selain itu, ia juga menendangi kedua paha kanan dan kiri, sehingga dari kejadian tersebut pelapor mengalami memar pada kedua pipi maupun kedua pahanya.

Karena tak terima dengan perbuatan pacarnya tersebut, WCY kemudian langsung melaporkannya ke Polres Malang Kota. Kasubag Humas Polres Malang Kota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni, membenarkan adanya laporan kasus tersebut. Laporan diterima oleh petugas sekitar pukul 23.00 wib, di hari yang sama saat kejadian.

"Saat ini, pihak kepolisian telah menangani kasus tersebut. Tentunya dilakukan pemeriksaan saksi-saksi," jelasnya.

Sementara itu, hukuman yang bakal mengancam pelaku, yakni, sesuai pasal 351 ayat 1 tentang penganiayaan dengan hukuman penjara dua tahun delapan bulan.

"Kami imbau, masyarakat agar selalu menyelesaikan permasalahan dengan kepala dingin. Sebab jika emosi yang didahulukan, tentu justru akan merugikan diri sendiri," pungkasnya.