Suasana sertijab Kasat Reskrim Polres Malang yang dipimpin langsung oleh Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)
Suasana sertijab Kasat Reskrim Polres Malang yang dipimpin langsung oleh Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Rotasi jabatan kembali dilakukan jajaran kepolisian resort Malang. Kali ini giliran jabatan Kasat Reskrim yang berpindah tangan. Posisi yang semula dijabat oleh AKP Adrian Wimbarda, akan digantikan AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo.

Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah menjelaskan, jika Adrian bakal Mengisi posisi Kasat Reskrim Polres Pasuruan. Sedangkan Tiksnarto, yang sebelummya menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Gresik akan mengisi jabatan Adrian.

”Sertijab (Serah terima jabatan) sudah dilakukan hari ini (Senin 28/10/2019). Acara yang berlangsung di Gedung Sanika Satyawada Polres Malang tersebut, dipimpin langsung oleh Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung,” kata Ainun.

Ditemui di waktu bersamaan, Kasat Reskrim Polres Malang yang baru menjabat ini, mengaku bakal fokus menangani beberapa kasus yang belum terungkap. Terutama di sektor tindak kriminal 3C, atau yang dikenal dengan istilah Curat (Pencurian Dengan Pemberatan), Curas (Pencurian Dengan Kekerasan), dan Curanmor (Pencurian Kendaraan Bermotor).

”Saya akan segera berkoordinasi dengan Kasat yang lama, nantinya kasus apa saja yang kebetulan belum terungkap akan kami dalami lebih lanjut,” tutur Kasat Reskrim Polres Malang AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo.

Sekedar diketahui, dari sekian banyaknya kasus tindak kriminal yang terjadi di wilayah hukum Polres Malang, tindak kejahatan 3C memang mendominasi.

Dari catatan yang dihimpun MalangTIMES.com, nyaris di setiap tahunnya jumlah kejahatan selalu mengalami peningatan. Misalnya pada tahun 2018 lalu, saat itu Polres Malang mendapat laporan sebanyak 3.207 kasus. Jumlah itu meningkat jika dibanding tahun sebelumnya. Sebab pada tahun 2017, Polres Malang hanya menangani 2.963 kasus.

Dari ribuan kasus tersebut, 3C selalu mendominasi. Pada tahun 2018 terdapat 384 kasus Curat, 320 Curanmor, dan 32 Curas. Sedangkan setahun sebelumnya, kasus Curat ada 351 laporan, Curanmor 230 kasus, dan Curas 33 kasus. ”Selain berkoordinasi dengan Kasat yang lama, saya juga akan agendakan untuk mengumpulkan anggota. Tujuannya untuk melakukan analisa dan mengevaluasi beberapa kasus yang memang belum terungkap," pungkasnya.