Ilustrasi berbagai aplikasi berbahaya di ponsel (Ist)
Ilustrasi berbagai aplikasi berbahaya di ponsel (Ist)

MALANGTIMES - Saling berbagi pengalaman dan pengetahuan di dunia maya masih berjalan. Berbagai hal disampaikan dengan tujuan sesuatu yang dianggap berbahaya tak tersebar dan memakan korban lebih banyak lagi. 

Misalnya seperti share informasi menarik dari @GeeksInside_ terkait puluhan aplikasi yang disebutnya berbahaya bagi kinerja smartphone android.

Khususnya, berbagai aplikasi yang sangat digandrungi masyarakat sampai saat ini. Yaitu, aplikasi edit foto yang sering dipakai oleh pengguna untuk memperbaiki tampilan foto selfie. Aplikasi macam ini biasanya memang jadi pintu masuk bagi developer nakal karena orang senang mengedit tampilan wajah agar lebih tampan atau cantik instan.

Dari cuitan @GeeksInside_ disampaikan, jika pernah memasang aplikasi edit foto tersebut, segera untuk menghapus dan reset ulang smartphone android.

"Jika pernah pasang aplikasi berikut ini, segera hapus dan (mungkin) perlu reset ulang smartphone Android," tulisnya memberikan warning kepada warganet lainnya.

Beberapa aplikasi yang ditulis oleh @GeeksInside_  adalah Magnifying Pro, Feel Camera HD, Filter Photo Frame, Lens Flares, Magic Effect, QR Code Scanner, Super Mark, Photo Effect Pro dan Art Filter.

Tak berhenti di situ, beberapa aplikasi yang diwarning lainnya adalah Lie Detector Prank, New Hair Fashion, Smart Magnifier Pro, Magnifier Pro- Magnifying glass, Magnifying Glass Pro, Cut Cut Mix, Cut Cut Mix Pro, Galaxy Overlay, Color Splash Photo Effect, Age Face, Photo Blur dan Blur Image.

Lantas bagaimana cara kerja berbagai aplikasi berbahaya bagi kinerja smartphone android Anda itu ?
GeeksInside_ menuliskan, "Aplikasi2 tsb menggunakan taktik hidden, bila dipasang, ikon aplikasi akan hilang dari ponsel, tetapi akan otomatis membuat shortcut di Home agar pengguna tak bisa melakukan uninstall aplikasi. Bila pengguna meluncurkan aplikasi via shortcut, maka akan muncul iklan full screen," ujarnya.

Dirinya juga menyarankan pengguna diharapkan untuk sangat hati-hati ketika ingin memasang aplikasi. Pastikan hanya pasang aplikasi yang dibutuhkan, hindari pasang aplikasi untuk foto selfie atau fotografi yang developernya tak diketahui atau tidak akrab. 


Tak hanya @GeeksInside_ yang membagi berbagai aplikasi foto edit yang akan berbahaya bagi samrtphone android Anda dalam jangka panjang ini. Techradar pun berbagi informaai terkait aplikasi lain berupa Adware yang menggangu pengguna dan juga akan merusak kinerja smartphone dalam jangka panjang.

Dikutip oleh @JurnalNews_ID, ada 15 aplikasi berbahaya lainnya yang tak sadar disematkan oleh pengguna. Beberapa aplikasi diketahui menyamarkan diri pada sistem sehingga tidak bisa terdeteksi dan dihapus dari ponsel. Sehingga menjadi beban berat bagi kinerja ponsel dan berujung pada kerusakan.

Kelima belas aplikasi itu antara lain, Flash On Calls & Messages, Read QR Code, Imagine Magic, Generate Elves, Savexpense, QR Artifact, Find Your Phone: Whistle, Scavenger speed guard dan Auto Cut Out Pro. 
Selanjutnya adalah Background Cut Out, Photo Background, ImageProcessing, Background Cut Out New, Auto Cut Out dan Auto Cut Out 2019.

Akun @smooth995fm juga memberikan informasinya. Bahwa berbagai aplikasi itu, misalnya Flash On Calls & Messagese tak bisa digunakan pengguna. "Flash On Calls & Messages misalnya, alih-alih bisa digunakan pengguna justru diarahkan ke Google Maps di Play Store. Sementara aplikasi Flash On Calls & Messages tersembunyi dan tetap berjalan di background perangkat Anda," tulisnya.

@smooth995fm juga menyampaikan, berbagai aplikasi yang dibuat pengembang, kerap menampilkan pesan menyesatkan. Dimana aplikasi kerap mengeluarkan peringatan tidak kompatibel dengan perangkat mereka, meski kenyataannya tetap berjalan di background dan kerap memunculkan iklan.

"Tujuan utama aplikasi-aplikasi ini sama yakni menginfeksi ponsel dengan adware dan memunculkan iklan yang tak diinginkan pengguna," tulisnya lagi dan memberikan rekomendasi bagi pengguna untuk membaca ulasan sebelum memasang aplikasi dari Google Play Store agar tak terjebak aksi tipu-tipu pengembang aplikasi.