Kondisi debu bercampur angin menyelimuti Desa Sumber Brantas, Kecamata Bumiaji, Minggu (20/10/2019). (Foto: Istimewa)
Kondisi debu bercampur angin menyelimuti Desa Sumber Brantas, Kecamata Bumiaji, Minggu (20/10/2019). (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Kondisi angin kencang di Kota Batu khususnya di Kecamatan Bumiaji hingga saat ini Minggu (20/10/2019) semakin parah. Bagaimana tidak, kondisi angin bercampur debu itu cukup mengkhawatirkan.

Di kawasan Desa Sumber Brantas itu, terdapat lahan persawahan yang tanahnya kering sehingga saat diterjang terbawa angin dengan membentuk pusaran angin.

Kemudian siang ini di sana terlihat dari kejauhan udara berwarna cokelat karena sudah bercampur debu. Tentunya hal ini pun cukup mengkhawatirkan.

Sebagian warga yang keluar rumah harus menggunakan masker melihat kondisi angin kencang bercampur debu itu cukup parah. Ini juga mempengaruhi jarak pandang saat berkendara di area tersebut.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu, Achmad Choirur Rochim mengatakan kondisi ini terjadi karena ada perubahan dari musim panas ke musim penghujan. 

 

 

“Di sisi lain terjadi musim pancaroba berkaitan dengan angin seperti ini yang terjadi,” ucap Rochim.

Sementara, akibat angin kencang itu 23 rumah rusak ringan seperti atap genting yang terbawa angin. Peristiwa ini menyebabkan 5 warga Desa Sumber Brantas terpaksa mengungsi demi keamanan.

Kemudian 13 warung Pedagang Kaki Lima rusak berat, ditambah 2 bangunan green house rusak ringan. Kemudian jaringan listrik putus. Saat ini Tim PLN masih berusaha memulihkan jaringan listrik.

“Kendala di lapangan angin kencang menghambat proses pemulihan,” tutupnya.