Foto ilustrasi pembeli kipas angin dan air cooler. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)
Foto ilustrasi pembeli kipas angin dan air cooler. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Cuaca panas ekstrem akhir-akhir ini sedang dirasakan di beberapa wilayah di Indonesia. Di beberapa daerah, suhu panas bahkan berada di angka di atas 30 derajat celcius. Cuaca panas ini juga turut dirasakan di Kota Malang.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, fenomena cuaca panas dan terik itu merupakan fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi. Kondisi ini lebih sering terjadi pada bulan-bulan puncak musim kemarau.

Nah, panasnya cuaca yang terjadi beberapa hari terakhir berdampak pada penjualan Air Conditioner (AC), air cooler, hingga kipas angin. Cuaca panas yang ekstrem membuat banyak orang mencari 3 barang tersebut.

Operation General Manager ACE Hardware Ali Yudhanto menyatakan, penjualan 3 barang tersebut di tokonya mengalami peningkatan hingga 50 persen.

"Musim panas sekarang ini air cooler banyak dicari. Kipas angin banyak dicari. Dari regular season itu mungkin naik 30 persen, 40 persen, bahkan bisa 50 persen daripada penjualan yang biasa," bebernya.

Nah, bagi Anda yang kebingungan memilih mana di antara AC, air cooler, atau kipas, berikut perbedaannya.

1. Air Conditioner (AC)

AC berfungsi memberikan udara dingin. Ia menggunakan kompressor dan refrigeran untuk menghasilkan udara dingin. Temperaturnya bisa diatur sesuai kebutuhan. AC sendiri lebih optimal ketika ventilasi, jendela, dan pintu ditutup.

Kelemahannya, AC cenderung boros listrik. Daya yang diperlukan berkisar antara 400 - 1.100 Watts. Ia juga tidak ramah lingkungan sebab menggunakan refrigeran yang sangat berpotensi merusak ozon.

Perawatannya pun rumit dan mahal, sehingga diperlukan tenaga ahli. Filter udaranya harus dibersihkan secara berkala, jika tidak dapat menimbulkan penyakit.

Harga AC mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 10 juta.

2. Air Cooler
Air cooler berfungsi menyejukkan udara. Air cooler menggunakan air untuk mengeluarkan udara sejuk. Jadi ia tidak memberikan udara dingin, hanya sejuk saja. Penyejukan udaranya melalui proses penguapan air.

Meski demikian, temperatur tidak bisa diatur sesuai keinginan. Untuk diketahui, air cooler memerlukan ventilasi udara untuk memberikan penyejukan optimal. Sehingga, udara menjadi selalu segar dengan udara baru terus masuk.

Kelebihan air cooler dibanding AC, ia lebih hemat listrik. Daya yang diperlukan berkisar antara 7,4 - 250 Watts. Selain itu, perawatannya mudah dan murah, tidak perlu tenaga ahli. Hanya perlu dipastikan bahwa air selalu ada ketika menyala, serta membersihkan media pendingin dan tangki air secara berkala. Apabila tidak begitu maka dapat menimbulkan jamur dan penyakit.

Harga air cooler berkisar dari Rp 600 ribu hingga Rp 2.500.000. Yang paling mahal biasanya adalah unit yang bisa bekerja outdoor dengan tenaga angin yang besar.

3. Kipas Angin
Tak seperti AC atau air cooler, kipas angin hanya memutar udara di dalam ruangan. Ia tidak mendinginkan ataupun menyejukan ruangan sama sekali. Sebab kipas angin memang hanya menghasilkan angin saja.

Salah satu kelebihan kipas angin adalah memiliki perawatan yang sangat mudah. Ia dapat dibersihkan dan dirawat tanpa bantuan orang lain.

Selain itu, daya listrik yang diperlukan relatif kecil. Untuk menggunakan kipas angin, daya listrik yang dibutuhkan hanya sekitar 50 hingga 60 watt saja. Tentunya daya yang digunakan ini sangat kecil dan dapat menghemat pengeluaran.

Kekurangan dari kipas angin yaitu tidak dapat melembapkan udara. Ruangan yang panas dan pengap tidak bisa diturunkan suhunya menggunakan kipas angin.

Selain itu, udara yang diembuskan kurang sejuk. Saat cuaca dan udara sedang benar-benar panas, udara yang dihembuskan oleh kipas angin hanya terasa sebentar dan sedikit. Hal ini dikarenakan kipas angin hanya mengembuskan angin dan tidak mengeluarkan uap air yang dapat mengubah suhu ruangan.

Anda dapat mendapatkan kipas angin dengan harga mulai dari Rp 50 ribu saja.