Bupati Malang Sanusi meminta pembatik untuk mengeksplorasi motif batik dari berbagai relief candi di Kabupaten Malang, seperti Candi Kidal, Tumpang. (pesona travel)
Bupati Malang Sanusi meminta pembatik untuk mengeksplorasi motif batik dari berbagai relief candi di Kabupaten Malang, seperti Candi Kidal, Tumpang. (pesona travel)

MALANGTIMES - Kabupaten Malang dikenal sebagai wilayah dengan sejarah panjang kemegahan Kerajaan Singosari. Sampai saat ini, berbagai jejaknya masih bisa dinikmati masyarakat. Misalnya berbagai bangunan candi yang tersebar di beberapa wilayah Kabupaten Malang.

Tak pelak, Kabupaten Malang pun dikenal sebagai wilayah pariwisata sejarah dengan banyaknya peninggalan kekayaan masa lalunya.

Hal ini pula yang membuat Bupati Malang Sanusi meminta agar berbagai peninggalan sejarah berupa candi di wilayahnya dijadikan oase inspirasi. Khususnya bagi para pembatik yang ada di Kabupaten Malang.

"Banyak inspirasi bagi para pembatik yang bisa diambil di berbagai candi yang ada. Misalnya, di Candi Kidal dengan relief Garudeya (Garuda)-nya. Ini bisa jadi motif batik dan jadi ikon atau ciri khas Kabupaten Malang," ucap Sanusi yang juga secara khusus datang ke Candi Kidal di Desa Rejokidul, Kecamatan Tumpang.

Harapan besar Sanusi wilayahnya memiliki ikon batik yang digali dari sejarah kejayaan masa lalu itu tentunya juga bukan sekadar permintaan biasa. Pasalnya, berbicara batik Kabupaten Malang, secara spesifik ikon atau ciri khasnya memang masih belum dipastikan. 

Pencarian ikon atau ciri khas batik Kabupaten Malang masih terus dikerjakan dan dieksplorasi. Padahal, begitu banyak inspirasi yang hidup ribuan tahun lamanya dan menetap di batu-batu bersusun yang disebut candi.

Hal ini pula yang menggerakkan Sanusi untuk bergerak dan mendorong para pembatik mengeksplorasi kekayaan relief yang ada di berbagai candi yang ada di Kabupaten Malang.
"Kami punya peninggalan sejarah candi yang terbilang banyak. Itu bisa jadi sumber inspirasi untuk motif batik. Sehingga nantinya kita punya motif batik khas yang diambil dari relief candi," ujarnya.

Tak hanya mendorong para pembatik. Orang nomor satu di Kabupaten Malang ini juga akan memberikan instruksi kepada jajarannya.
"Nantinya, PNS di lingkungan Pemkab Malang pada hari tertentu di hari kerja wajib menggunakan seragam batik khas Kabupaten Malang. Sehingga dengan diawali PNS menggunakan seragam batik itu, maka batik khas Kabupaten Malang akan bisa cepat dikenal masyarakat Indonesia dan mancanegara,” ucap Sanusi.

Sebelumnya, sempat menerpa kabar tak nyaman terkait molornya pemberian hadiah dalam lomba batik tahun 2018 lalu serta membuat persoalan itu menggelinding ke kepolisian dikarenakan adanya dugaan tak sedap atas hadiah yang seharusnya diserahkan kepada pemenang lomba batik dan akhirnya harus berlarut sampai tahun 2019 ini. Walau begitu,  Sanusi optimistis bahwa para pembatik akan tetap berkarya dan menghasilkan motif khas Kabupaten Malang yang diambil dari relief candi-candi yang ada di Kabupaten Malang.

Relief candi dengan usia ratusan sampai ribuan tahun memang saatnya kembali dihidupkan. Dalam konteks artistik pun, berbagai relief yang terpahat di batu candi sangat inspiratif untuk diterjemahkan dalam sebuah karya batik. Selain tentunya ada nilai-nilai filosofis kehidupan di dalamnya.

Relief Garudeya Candi Kidal, misalnya, mengisahkan tentang perjalanan Garuda dalam membebaskan ibunya dari perbudakan dengan penebusan air suci amerta. "Ada nilai filosofis di dalamnya. Ini akan menjadikan sebuah motif batik lebih bercerita tentang sejarah Kabupaten Malang," ucap Sanusi.