Puteri Komarudin anggota DPR RI dari Partai Golkar yang memiliki harta Rp 40,5 miliar di usia 26 tahun (Ist)
Puteri Komarudin anggota DPR RI dari Partai Golkar yang memiliki harta Rp 40,5 miliar di usia 26 tahun (Ist)

MALANGTIMES - Beberapa waktu lalu, masyarakat dibuat terheran-heran dengan lolosnya para generasi milenial menjadi anggota DPR RI 2019-2024. Masyarakatpun dibuat semakin melonggo, saat para anggota DPR dengan usia terbilang muda itu melaporkan harta kekayaannya yang luar biasa banyak. 

Seperti harta kekayaan Puteri Anetta Komarudin, anggota DPR dari Partai Golkar yang mencantumkan harta kekayaannya mencapai Rp 40,5 miliar di usianya yang baru 26 tahun. Sontak saja masyarakat ramai membicarakannya, terutama di medsos yang sempat membuat hal itu menjadi trending topik dengan beragam komentar warganet.

Ibarat pepatah "anjing menggonggong, kafilah berlalu", ramainya perbincangan itu yang tentunya juga didominasi dengan berbagai komentar miring, tak membuat puteri dari mantan Ketua DPR Ade Komarudin ini meradang.

Bahkan, Puteri Komarudin dengan entengnya menyampaikan, bahwa dirinya tak mau ambil pusing terkait hal itu. Pasalnya, harta kekayaannya yang dilaporkan memang sudah sesuai dengan apa yang wajib dilaporkan dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). "Tak ambil pusing itu. Aku enggak mau nanti di kemudian hari malah jadi polemik, makanya berusaha se-transparan mungkin (melaporkan harta kekayaannya, red)," ungkap Puteri seperti juga dikutip beberapa media lainnya.

Puteri melaporkan, dirinya memiliki harta tak bergerak, yakni satu bidang tanah yang terletak di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dengan luasan 664 meter persegi. Tanah itu merupakan warisan keluarga turun temurun, dengan nilai Rp 40 miliar. Selain itu dirinya juga memiliki tiga bidang tanah di Purwakarta, masing-masing seluas 1.095 meter persegi dengan nilai Rp 80 juta, 735 meter persegi dengan nilai Rp 100 juta, dan 1.497 meter persegi dengan nilai Rp 65 juta.

Sedangkan aset lainnya berupa mobil Kijang Innova tahun 2013 dengan nilai Rp 150 juta, kas dan setara kas sebesar Rp 114 juta, dan harta lainnya senilai Rp 35 juta.

Eks pengawas Bank Junior di Otoritas Jasa Keuangan ini  juga menyebutkan, dirinya memiliki  usaha sendiri, berupa day care, pesantren sampai tabungan dari zaman part time di Singapura dan Melbourne. "Jadi saya tak ambil pusing dengan komentar miring terkait harta kekayaan yang saya laporkan dalam LHKPN," ujarnya.

Puteri juga menceritakan modal kampanyenya sampai bisa lolos menjadi anggota DPR RI. Yakni sebesar Rp 1 miliar yang sebagian besar  dialokasikan untuk biaya operasional berkeliling ke desa-desa di daerah pemilihan yang berada di Dapil Jabar VII, yaitu  kabupaten Bekasi, Karawang, dan Purwakarta. "Jadi hanya habis biaya kampanye itu saja. Karena gencar kampanye langsung ke masyarakat, saya terpilih," tandas perempuan kelahiran Bandung, 21 Agustus 1993.