Pemberian apresiasi Piagam PRISMA bagi satuan kerja dengan kinerja terbaik di wilayah KPPN Malang. (Foto: Dokumen MalangTIMES)
Pemberian apresiasi Piagam PRISMA bagi satuan kerja dengan kinerja terbaik di wilayah KPPN Malang. (Foto: Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Rata-rata rapor penggunaan anggaran lembaga-lembaga penerima kucuran Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) di Jawa Timur mencapai angka 94. Penilaian itu dilakukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Perbendaharaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Timur (Jatim) pada periode Triwulan III 2019 ini. 

Baca Juga : Pertama Kalinya di Malang Ada Studio Apartemen Luas Harga Termurah Hanya di Kalindra

Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur Dedi Sopandi mengungkapkan bahwa penilaian tersebut meliputi beberapa indikator. Di antaranya meliputi penyelesaian tagihan, rekonsiliasi laporan keuangan, serta laporan pertanggungjawaban (LPJ) yang akurat dan tepat waktu. "Rata-rata rapor satker di Jatim sebesar 94," ujarnya.

Bagi satker yang nilainya di atas 95 atau di atas rata-rata, pihak Ditjen Perbendaharaan memberikan apresiasi khusus. Yakni pemberian piagam Pelayanan Prima Satker Utama (PRISMA). Ada 13 lembaga dalam lima kategori yang mendapat piagam itu untuk wilayah kerja Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Malang.

Untuk kategori satker dengan pagu besar atau lebih dari Rp 20 miliar, ada Polres Malang, Rindam V/BRW, dan Korem 083/BDJ DAM V/BRW. Untuk satker dengan pagu menengah atau antara Rp 5-20 miliar, didapat oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Pasuruan, Lembaga Pemasyarakatan Pasuruan, serta Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Malang.

 

Sedangkan untuk kategori satker dengan pagu anggaran kecil hingga Rp 5 miliar, ada Kantor Kemenag Kota Batu, BNN Kabupaten Malang, dan Kantor Kemenag Kabupaten Pasuruan. Ada juga kategori satker Badan Layanan Umum (BLU), yang menerima yakni Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Brawijaya (UB), dan Politeknik Kesehatan Malang. Serta kategori satker tugas pembantuan untuk Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang. 

"Satker yang mendapatkan penghargaan ini memiliki nilai di atas 95," ujar Dedi. Dia menyebut, dengan adanya penghargaan tersebut dapat meningkatkan kinerja seluruh pengelola keuangan satuan kerja. Terutama dalam rangka pengelolaan APBN yang transparan dan akuntabel. 

Baca Juga : Tips Aman Ambil Uang di Mesin ATM Saat Pandemi Covid-19

Sementara itu, serapan APBN di wilayah kerja KPPN Malang mencatatkan kinerja positif. Hingga akhir September 2019, serapan APBN yang tersebar di 176 satuan kerja (satker) telah mencapai Rp 6,237 triliun atau 62,56 persen, dari total pagunya sebesar Rp 9,971 triliun. "Serapan di KPPN Malang ini di atas rata-rata nasional dan Jatim," pungkasnya.