Ilustrasi senyawa
Ilustrasi senyawa

MALANGTIMES - Komite pakar Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) pekan lalu merekomendasikan larangan global terhadap penggunaan Perfluorohexone sulfonic acid (PFHxS), tanpa pengecualian. Bahan tersebut biasanya terkandung dalam pembuatan pelapis noda untuk karpet, kertas dan kain. 

Baca Juga : Terkuak, Data Petani Terkena Limbah Greenfields Sejak Tahun Lalu Telah Dilaporkan, Tapi...

Larangan tersebut merupakan salah satu hasil dari Stockholm Convention (Konvensi Stockholm) yang diselenggarakan di Italia pada pekan pertama Oktober 2019 ini. Seperti dilansir Chemical Watch, komite peninjau menilai bahwa PFHxS merupakan persistent organics pollutans (POPs) atau bahan pencemar organik.

POPs rata-rata memiliki sifat beracun, sulit terurai, bioakumulasi dan terangkut, melalui udara, air dan spesies berpindah. 

"Konvensi Stockholm PBB merekomendasikan agar negara-negara menambahkan zat dan PFHxS dalam Lampiran A Konvensi (bahan berbahaya), yang mengharuskan negara-negara mengambil tindakan untuk menghilangkan produksi dan menghentikan penggunaannya," demikian diterjemahkan dari artikel Chemical Watch. 

PFHxS digunakan dalam busa pemadam kebakaran dan dalam pembuatan pelapis noda untuk karpet, kertas dan kain. PFHxS adalah bagian dari kelas bahan kimia per- dan polyfluoroalkyl (PFAS) yang telah diteliti dalam beberapa tahun terakhir di tengah meningkatnya kekhawatiran publik.

Baca Juga : Hama Tikus Bikin Buntung, Dinas Pertanian : Alat Bantuan Masih Terkendala Lelang

Kekhawatiran tersebut disebabkan adanya ekses terhadap lingkungan dan keberadaan senyawa tersebut dalam air. PFHxS telah digunakan sebagai pengganti dua senyawa berfluorinasi lainnya - perfluorooctane sulfonate (PFOS) dan perfluorooctanoic acid (PFOA), yang juga telah dilarang berdasarkan konvensi.

Sementara itu, berdasarkan data dari laman Ditjen PSLB3 KLHK, Indonesia menjadi salah satu peserta Konvensi Stockholm. 

"Pertemuan kali ini membahas manajemen resiko untuk PFHxS yang memiliki sifat tahan terhadap friksi, panas, chemical agent, serta digunakan sebagai anti air, lemak dan minyak. Serta PFHxS yang digunakan di berbagai produk seperti karet, kulit, pakaian, tekstil, busa, pemadam api, tinta printer, dan alat masak," dikutip dari laman Facebook Ditjen PSLB3 KLHK.