Hari tanpa bayangan. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Hari tanpa bayangan. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Fenomena alam hari tanpa bayangan saat ini kembali santer diperbincangkan. Berdasarkan catatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), fenomena alam tersebut bisa terjadi dua kali dalam satu tahun.

Fenomena alam ini juga disebut terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia, tanpa kecuali Malang. Dalam tabel kulminasi yang dibuat BMKG, disebutkan bahwa wilayah Jawa Timur (Jatim) akan mengalami hari tanpa bayangan selama Oktober 2019 ini. 

Dimulai dari Sumenep, Bangkalan, dan Tuban yang akan mengalami hari tanpa bayangan pada Jumat (11/10/219). Kemudian Sabtu  (12/10/2019) besok, hari tanpa bayangan akan terjadi di Surabaya, Pamekasan, Sampang, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Bojonegoro, dan Ngawi.

Selanjutnya pada Minggu (13/10/2019) mendatang, fenomena ini diprediksi terjadi di Situbondo, Kraksaan, Probolinggo, Pasuruan, Bangil, Mojosari, Mojokerto, Jombang, Ngasem, Kediri, Nganjuk, Caruban, Madiun dan Magetan.

Sementara untuk Malang, diprediksi fenomena hari tanpa bayangan terjadi pada Senin (14/10/219) mendatang. Bersamaan dengan wilayah lain seperti Bondowoso, Jember, Lumajang, Kepanjen, Batu, Kanigoro, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo dan Pacitan. Sedangkan pada Selasa (15/1/2019), fenomena alam tersebut diprediksi terjadi di Banyuwangi.

Hari tanpa bayangan itu sendiri, menurut BMKG, merupakan sebuah fenomena alam yang lumrah. Sehingga masyarakat tak perlu merasa khawatir dengan fenomena yang sering terjadi tersebut.

Fenomena hari tanpa bayangan atau kulminasi atau transit atau istiwa tersebut merupakan fenomena ketika matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit. Saat deklinasi matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai kulminasi utama.

Saat itu, matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zenit. Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat "menghilang" karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. Sehingga, hari saat terjadinya kulminasi utama dikenal juga sebagai hari tanpa bayangan.