Plt Kepala Diskominfo Kabupaten Malang, Ferry Hari Agung saat menjabarkan program KIM (Istimewa)
Plt Kepala Diskominfo Kabupaten Malang, Ferry Hari Agung saat menjabarkan program KIM (Istimewa)

MALANGTIMES - Diskominfo (Dinas Komunikasi dan Informatika) Kabupaten Malang, semakin getol memberikan perhatian khusus terhadap masyarakat desa.

Melalui gagasan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), segala potensi yang ada di tiap desa bakal bisa dipromosikan hingga ke kancah nasional bahkan internasional.

”Melalui segala fasilitas yang tersedia pada program KIM ini akan efektif menjadi sarana mengembangkan sekaligus mempromosikan seluruh potensi yang ada di tingkat desa,” kata Plt Kepala Diskominfo Kabupaten Malang, Ferry Hari Agung.

Pria yang akrab disapa Ferry ini menjelaskan kelompok warga desa yang tergabung dalam KIM tersebut, dapat memberikan berbagai informasi kepada masyarakat luas terkait segala potensi desa melalui sarana teknologi. 

Yakni melalui berbagai fasilitas teknologi penunjang yang diberikan oleh Diskominfo Kabupaten Malang. 

Selain fasilitas komputer, para warga desa yang tehimpun di dalam KIM juga mendapat fasilitas bandwidth (proses transfer data berbasis teknologi).

”Dengan segala fasilitas yang ada, potensi desa bisa dikenalkan melalui dunia maya. Salah satu contohnya seperti yang terjadi di Desa Gubuk Klakah, Kecamatan Poncokusumo,” terang Ferry saat dikonfirmasi MalangTIMES.com, Kamis (10/9/2019).

Selain melalui medsos (media sosial), kelompok yang terhimpun dalam KIM ini juga bisa mengenalkan sekaligus berbagi info terkait potensi desa mereka masing-masing melalui fasilitas website. 

”Dengan adanya peran teknologi semacam ini, para penduduk desa bisa mengenalkan potensi mereka melalui fasilitas website tersebut. Misalnya terkait potensi pariwisata, mulai dari lokasi, kelebihan objek wisata, harga tiket, hingga fasilitas yang bisa dinikmati juga bisa disampaikan melalui peran teknologi,” ungkap Ferry.

Tidak berhenti di situ saja, lanjut Ferry, bagi desa yang memiliki potensi pertanian, kuliner, kerajinan tanggan, hingga kesenian juga bisa disampaikan melalui fasilitas yang tersedia dalam program KIM tersebut.

”Dengan adanya fasilitas penyampaian informasi melalui dunia maya ini, diharapkan bisa menunjang potensi di tiap desa. Jika jumlah pengunjung wisata membludak, maka secara otomatis tingkat kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat. Dampaknya penduduk desa akan lebih mandiri dari yang sebelum mengenal teknologi,” imbuh Ferry.

Hingga saat ini sudah ada puluhan warga binaan yang mengikuti program KIM gagasan Diskominfo Kabupaten Malang. 

Dari data yang dihimpun MalangTIMES.com, sudah ada sekitar 24 kelompok yang sudah dibina melalui program KIM.

Sebagai informasi, puluhan kelompok yang terbentuk tersebut, terhitung sejak awal adanya program KIM yakni pada tahun 2017 lalu hingga tahun 2018. 

”Keberadaan KIM ini sesuai dengan program pemerintah Kabupaten Malang, terutama dibidang Bina Desa. Di tahun 2019 ini, seluruh desa yang belum terhimpun dalam KIM, akan segera kami arahkan agar segera bergabung. Target kami seluruh desa yang ada di Kabupaten Malang akan kami bina melalui program KIM tersebut,” tutup Ferry.