Wali Kota Malang Sutiaji (tengah berkacamata) saat menerima Penghargaan Innovative Government Award dari Kemendagri. (Foto: Humas Pemkot Malang)
Wali Kota Malang Sutiaji (tengah berkacamata) saat menerima Penghargaan Innovative Government Award dari Kemendagri. (Foto: Humas Pemkot Malang)

MALANGTIMES - MALANGTIMES - Kota Malang kembali menunjukkan eksistensinya dalam pengembangan inovasi kreatif. Kali ini, di acara Innovative Government Award yang diinisiasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Senin malam (7/10), Kota Malang berhasil masuk dalam 9 Kota Terinovatif di Indonesia bersama kota lainnya seperti Bandung dan Denpasar di gelar di Hotel Borobudur, Jakarta pada Senin malam (7/10).

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan salah satu filosofi dari inovasi yakni dengan melakukan pemangkasan birokrasi sebagai sarana efisiensi sehingga layanan publik bisa berjalan denhan maksimal. Kemudian, untuk lompatan strategis itu, inovasi daerah harus melibatkan berbagai pihak. Maka, hasilnya dinilai akan sesuai dengan kearifan lokal yang ada.

“Karena itu,  kita harus wujudkan smart government melalui inovasi daerah. Daerah yang tertinggal akan kami fasilitiasi percepatannya dan akan kami dorong untuk terus mewujudkan inovasi,” ungkap Tjahjo.

Tak hanya itu. Mendagri juga mendorong semua daerah di Indonesia agar menampilkan ciri khas yang dimiliki daerahnya. Mulai dari wisata, kuliner, hingga flora dan fauna yang khas dan bisa menjadi destinasi wisata.

“Kami dorong daerah agar melakukan hak paten terhadap ciri khas tersebut sehingga menjadi kekayaan daerah yang potensial,” tandasnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan,diraihnya penghargaan tersebut semakin menunjukkan visi inovasi Kota Malang. Selain untuk memudahkan layanan publik, juga menyasarsektor perekonomian.

Adanya pemangkasan birokrasi menjadi pelayanan satu pintu, lanjut dia, akan memudahkan investor untuk berinvestasi di Kota Malang. Hal itu diharapkan berimbas kepada naiknya sektor perekonomian.

“Ini sudah kami jalankan secara maksimal. Harapannya ke depan, berbagai inovasi akan muncul di Kota Malang,” ucap Sutiaji.

Terkait amanat mendagri mengenai strategi inovasi daerah yang didorong untuk melibatkan seluruh elemen, pria yang akrab disapa Aji ini menjelaskan bahwa pemerintah daerah saat ini sedang memaksimalkan skema pentahelic (akademisi, bussines, community, government, media).

Ia juga berharap penghargaan tersebut mampu memicu Pemkot Malang dalam melahirkan inovasi baru tiap tahun. Dengan demikian, fokus dalam perwujudan smart city dan smart government bisa dilakukan secara maksimal dan hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Termasuk juga amanat Pak Menteri Dalam Negeri terkait menonjolkan ciri khas daerah juga telah kami lakukan dan kami maksimalkan sebagai kota wisata dan kota pendidikan,” tandas Sutiaji.

 Inovative Government Award merupakan apresiasi dari pemerintah pusat terhadap semangat dan keberhasilan daerah dalam melaksanakan pembangunan yang inovatif. Dari data Kementerian Dalam Negeri, lonjakan inovasi daerah meningkat sekitar 200 persen daripada tahun 2018.

Tahun 2018 inovasi daerah yang tercatat di Kemendagri sebanyak 3.718. Sedangkan tahun 2019 jumlahnya meningkat menjadi 8.014 inovasi. Hal itu terbagi dalam tiga kategori, yakni inovasi layanan publik, inovasi pemerintahan dan inovasi lainnya.