Tim Mariteam. (Foto: Humas)
Tim Mariteam. (Foto: Humas)

MALANGTIMES - Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki hasil laut yang kaya dan berpotensi meningkatkan perekonomian. Sayangnya, nelayan sampai saat ini masih menghadapi banyak masalah yang membuat hidup mereka jauh dari sejahtera.

Dari sekian banyak masalah yang dihadapi nelayan salah satunya adalah akses pasar yang minim. Minimnya kemampuan nelayan dalam menyalurkan langsung tangkapan mereka sering menjadi penghambat lajunya roda perekonomian.

Menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan, kehidupan nelayan sangat memprihatinkan. Dari 2,7 juta nelayan di Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan dan berkontribusi 25 persen terhadap tingkat kemiskinan nasional.

Merasakan keprihatinan yang dihadapi nelayan, tiga mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) yang menamakan dirinya Mariteam membuat business plan sebuah web & mobile apps yang juga diberi nama Mariteam. 3 mahasiswa tersebut adalah Annisa Jasmine Sjachputri (FIA/2017), Baariq Fairuuz Azhar (FILKOM/2017) dan Rayhan Alya Charul (FILKOM/2017).

Mariteam sendiri adalah online platform berbasis E-Commerce dalam bidang perikanan dan kelautan. Sistem dari platform ini bertujuan untuk memberikan solusi bagi para nelayan untuk bisa memasarkan hasil tangkapannya langsung kepada restoran atau konsumen dalam jumlah besar. "Jadi konsepnya business to business. Sehingga tidak bermaksud untuk menghilangkan peran tengkulak pada penjualan konsep end to end," jelas Alya.

Dengan adanya Platform Mariteam ini, diharapkan para nelayan bisa langsung terhubung pada pengguna hasil tangkapan yang bisa membeli dalam skala besar seperti restoran, sekaligus mengoptimalkan harga dan keuntungan yang bisa diperoleh nelayan.

Aplikasi Mariteam ini juga didesain untuk mudah digunakan para nelayan. Ke depannya platform Mariteam direncanakan untuk terus dikembangkan agar bisa memberikan edukasi. "Yaitu dengan menambahkan kolom berita yang mengupdate informasi terkini tentang perikanan dan kelautan," imbuhnya.

Dengan adanya platform ini tentu membantu nelayan di Indonesia dalam meningkatkan pendapatan mereka melalui akses pasar yang lebih baik.

Untuk diketahui, atas karyanya ini, tim Mariteam berhasil menjadi Champion dan meraih gold medal dalam ajang internasional Youth Entrepreneurship Symposium 2019 (YES 2019) di Singapura (7-8/9/2019).

Mariteam berhasil menjadi team terbaik dalam kompetisi tersebut setelah menyisihkan 40 tim lainnya yang berasal dari Indonesia dan berbagai negara di Asia antara lain Singapura, Kamboja, Filipina dan Mesir. Dengan raihan prestasinya tersebut Mariteam berhak atas dana pengembangan senilai SGD 2.000.