MALANGTIMES - Perampingan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dilakukan Pemerintah Kota Malang mendapat apresiasi. 

Salah satunya berasal dari DPRD Kota Malang, yang menyebut upaya perampingan itu tepat dan memang sudah seharusnya dilakukan.

Salah satunya disampaikan Fraksi PKS dalam sidang paripurna dengan agenda penyampaian pandangan fraksi-fraksi DPRD Kota Malang terhadap Ranperda APBD Kota Malang 2020. 

PKS menilai, upaya perampingan tersebut tepat. Karena mampu menekan anggaran untuk kemudian bisa dialihkan pada program masyarakat.

"Dari OPD yang sebelumnya 34 menjasi 28, ini sangat kami apresiasi dan lwbih efisien," kata Ketua Fraksi PKS, Trio Agus.

Dia menjelaskan, efisiensi anggaran dapat digunakan untuk membiayai kebutuhan masyarakat melalui sederet program yang dibuat.

Karena meningkatkan kesejahteraan masyarakat amat penting dalam menggerakkan roda perekonomian Kota Malang.

Melalui sederet program unggulan yang telah direncanakan, dia berharap setiap kinerja OPD terus ditingkatkan. 

Selain itu, agar kualitas dari masing-msing ASN terus ditingkatkan melalui berbagai program yang berujung pada akses layanan yang lebih mudah.

"Penilaian berbasis kerja sangat membantu dalam meningkatkan kualitas kerja dan sumber daya manusia serta daya saing yang lebih kompetitif demi tercapainya target target pemerintahan Kota sebagai smart city," tambahnya.

Lebih jauh dia menekankan agar Pemerintah Kota Malang lebih serius dalam mempersiapkan Kota Malang sebagai smart city. 

Digitalisasi diharapkan segera dilakukan untuk meningkatkan layanan yang lebih terbuka dan sistem pemerintahan yang lebih baik lagi.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, perampingan OPD yang sebelumnya telah disetujui oleh anggota DPRD Kota Malang itu bukan dirancang seenaknya.

Melainkan telah berbasis pada rumpunnya masing-masing untuk kemudian memudahkan proses layanan kepada masyarakat.

"Ada efisiensi anggaran hingga Rp 62 Miliar. Karena ada beberapa tunjangan eselon dan dinas luar yang dikurangi. ATK juga berkurang seiring dengan perampingan tersebut," ujar Sutiaji.

Pria berkacamata itu juga menegaskan jika perampingan tersebut akan mampu meningkatkan kualitas layanan. 

Karena program yang dibuat sama sekali tak dipangkas, melainkan juga mengalami perkembangan dengan sentuhan-sentuhan inovasi yang dibuat.

"Semuanya berbasis pada rumpunnya," terang dia.