Banser saat ikut membubuhkan tanda tangan pada spanduk sebagai bentuk dukungan untuk menjaga konduaifitas dan keutuhan NKRI, serta melawan kelompok-kelompok yang ingin mengacau (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Banser saat ikut membubuhkan tanda tangan pada spanduk sebagai bentuk dukungan untuk menjaga konduaifitas dan keutuhan NKRI, serta melawan kelompok-kelompok yang ingin mengacau (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - GP Ansor Kota Malang, siap menjadi garda terdepan melawan kelompok-kelompok yang ingin menggagalkan proses pelantikan Presiden maupun Wakil Presiden Terpilih yang akan berlangsung pada 20 Oktober 2019. 

Hal itu, ditegaskan langsung Ketua Pengurus Cabang  GP Ansor Kota Malang Nur Junaidi Amin.

Pria yang akrab disapa Kaji Jun itu mengatakan kepada kelompok-kelompok yang ingin menggagalkan proses pelantikan jika presiden yang terpilih saat ini merupakan presiden yang telah terpilih sesuai dengan konstitusi, hukum dan aturan yang benar.

"Imbauan pada kelompok yang ingin menggagalkan proses pelantikan Presiden, kami tekankan kembali, presiden telah terpilih sesuai dengan konstitusi yang benar, hukum yang benar dan sesuai aturan yang ada. Jangan karena suka tak suka, kemudian berbuat melanggar aturan untuk menggagalkan," tegasnya.

Jika itu terjadi, pihaknya akan menyampaikan hal tersebut kepada pihak kepolisian, agar nantinya bisa diproses secara tegas dan sesuai dengan aturan yang ada. 

Namun, ditegaskan kepolisian tak mampu mengatasai hal itu maka GP Ansor siap untuk turun tangan.

"Ketika polisi tak bisa mengatasi maka kami siap berada di garda terdepan untuk mengawal, meng-counter segala bentuk propaganda yang akan menggagalkan proses pelantikan Presiden," tandasnya.

Dilanjutkan,  pihaknya mendukung siapapun yang terpilih menjadi Presiden. 

Dan terlebih lagi, saat ini yang terpilih menjadi Wakil Presiden adalah seorang kiai dari Nadhatul Ulama (NU) maka tentu dukungan juga akan mengalir penuh.

"Yang terpilih juga kiai kami. Dasar kami adalah kami santri beliau, ketika bicara santri, maka santri nderek kiai. Dderek kiai sampai mati, itulah yang jadi semangat kami berjihad ala NU," jelasnya.

Sementara itu, 150 anggota GP Ansor Kota Malang mauapun Banser turun bersama-sama ke Bundaran Tugu. 

Mereka bersama-sama membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan yang menolak terhadap segala hal yang menganggu atau mengancam keutuhan NKRI.

Selain itu,  terdapat kelompok masyarakat yang mengatasnamakan Alumni Halokes Mbois Malang yang juga ikut turun di Bundaran Tugu dan turut membubuhkan tanda tangan bentuk dukungan untuk bersama menjaga kondusifitas dan melawan kelompok-kelompok yang hendak memecah belah NKRI.

Choirul Anwar, alias Sam Tembel, yang juga merupakan pendeta mengaku siap turun untuk melawan dan menghadang kelompok-kelompok yang ingin membuat suasana rusuh dan memecah belah NKRI.

"Kami mau bersatu, kita nggak lihat agama, kita satu, salam satu jiwa, siapapun yang merusak atau mengacau di Malang, kami siap berada digarda depan," pungkasnya.