Sekda Kabupaten Malang Didik Budi Muljono (kiri) saat menghadiri acara di Ngadirejo. (for MalangTimes)
Sekda Kabupaten Malang Didik Budi Muljono (kiri) saat menghadiri acara di Ngadirejo. (for MalangTimes)

MALANGTIMES - Keberadaan badan usaha milik desa (BUMDesa) di Kabupaten Malang terus meningkat jumlahnya. Namun, masih ada puluhan desa di wilayah Kabupaten Malang yang masih belum memiliki BUMDesa.

Tercatat, dari data Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Malang, jumlah BUMDesa sudah mencapai 248 unit dari total 378 desa yang ada di Kabupaten Malang. Jumlah tersebut terbilang signifikan dibanding beberapa tahun lalun, yang hanya 98 unit.

Baca Juga : Bantuan Pangan Non Tunai di Kota Batu Sudah Cair, Berikut Jadwal dan Lokasi Tokonya

Peningkatan itulah yang mendapat apresiasi dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Didik Budi Muljono. Dia menyampaikan bahwa peningkatan BUMDesa sebagai langkah maju di perdesaan.

"Karena dengan BUMDesa, maka roda perekonomian warga desa juga secara langsung ikut bergerak. Cukup banyak contoh di desa yang karena BUMDesa bisa berhasil mengangkat kesejahteraan perekonomian warganya," ucap Didik Budi kepada MalangTimes, beberapa waktu lalu.

Didik Budi mencontohkan, BUMDesa di Pujon Kidul yang mengelola unit usaha wisata desa. Melalui BUMDesa itu, warga mampu menikmati perputaran ekonomi yang terbilang besar.  Tahun 2018 lalu Pujon Kidul dengan BUMDesa-nya mampu meraup pendapatan sebesar Rp 1,3 miliar. Serta tahun 2019 ini ditarget mampu mengumpulkan dua kali lipatnya, yaitu Rp 2,5 miliar.

"Semua pendapatan itu mampu mengungkit perekonomian warga. Selain itu. pemerintah desa juga mendapatkan hasil berupa pendapatan asli desanya. Jadi, BUMDesa ini punya peran besar juga dalam mendukung program strategis Kabupaten Malang dalam pengentasan kemiskinan," ujarnya.

Peran dan fungsi BUMDesa inilah yang membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui DPMD terus mendorong sekaligus memberikan berbagai akses dan pendampingan kepada pemerintah desa. Baik berupa pendampingan, pemberian bantuan sekaligus membuka akses untuk bekerjasama dengan berbagai badan hukum lainnya. Misalnya, pihak perbankan dalam pemberian modal.

Harapan besar juga disampirkan Pemkab Malang melalui Didik Budi atas peran BUMDesa tersebut. Sosok yang kesehariannya bergulat dengan administrasi serta memastikan roda pemerintahan berjalan baik dan benar ini. Meminta agar seluruh elemen bergerak bersama mewujudkan BUMDesa hebat.
Yakni, BUMDesa yang mampu menjadi pengungkit kesejahteraan dan perekonomian masyarakat desa serta menjadi pilar kuat perekonomian yang mendukung program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Malang.

"Harapan kita tentunya yang terbaik bagi seluruh masyarakat. Karena itu bagi desa yang telah miliki BUMDesa, teruslah berinovasi dan menjalankannya dengan baik. Bagi desa yang belum teruslah gali potensi yang bisa mengungkit kemajuan warganya," ujar Didik Budi yang punya semboyan Masyarakat Hebat, Pemerintahan Hebat.

Baca Juga : Tangkal Covid, Pemkab Malang Sediakan Safe House di Seluruh Desa

Terpisah, Kepala DPMD Kabupaten Malang Suwadji pun getol untuk terus membangkitkan potensi desa melalui BUMDesa. Mantan kabag humas Kabupaten Malang ini, menyampaikan, bahwa pihaknya terus melakukan berbagai pendampingan dalam penguatan BUMDesa.

"Terus kita lakukan pendampingan agar desa benar-benar semakin menyadari potensinya. Sehingga mereka bisa bergerak lebih maju, khususnya dalam membangkitkan perekonomian masyarakat lewat BUMDesa," ucap Suwadji.

Bagi desa yang belum memilikinya, lanjut Suwadji, pihaknya akan terus melakukan pendampingan melalui berbagai kegiatan terkait peran penting memiliki BUMDesa.
"Walaupun tentunya kita faham untuk mendirikan BUMDesa tak semudah membalik tangan. Butuh proses agar BUMDesa setelah berdiri bisa berjalan baik dan menghasilkan hal positif bagi kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.