Wali Kota Malang Sutiaji saat menjadi pemateri dalam Bincang KaTa Kreatif Bekraf Festival 2019. (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji saat menjadi pemateri dalam Bincang KaTa Kreatif Bekraf Festival 2019. (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).

MALANGTIMES - Ekonomi kreatif sebagai salah satu rencana pembangunan di Kota Malang terus digaungkan. Kali ini, konsep ekonomi kreatif itu disampaikan Wali Kota Malang Sutiaji saat menjadi pembicara dalam bincang Kota/Kabupaten (KaTa) Kreatif sebagai serangkaian Bekraf Festival 2019 yang digelar di Benteng Vastenberg Solo, Jawa Tengah, Sabtu  (5/10/2019).

Mengusung tema Kita Kaya Karya, festival tersebut menghadirkan berbagai karya dan produk yang dihasilkan melalui kegiatan ekonomi kreatif. Sebut saja kuliner, fashion, game, musik, film hingga produk berbasis teknologi kecerdasan buatan. Selama kegiatan Bincang KaTa Kreatif 2019, seluruh peserta yang datang saling berkolaborasi, berjejaring, dan bersinergi untuk menambah pemahaman tentang potensi ekonomi kreatif di daerah dan Indonesia.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf di awal menyampaikan soal masa depan pengembangan ekonomi ke depan. Saat ini, Indonesia sudah memiliki Peraturan Presiden (Perpres) Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf). Rencana itu pun mampu menjadi pegangan luar biasa serta dapat menjadi pasal dalam undang-undang (UU) serta sudah berhasil disahkan.

"Kontribusi ekonomi kreatif kepada perekonominan Indonesia sangat besar. Potensinya sangat besar. Kenaikannya Rp 100 triliun per tahun. Sekarang sudah Rp 1.105 triliun. Ini kalau diseriusi di daerah, dikembangkan dengan bantuan kami, mudah-mudahan akan menjadi pendapatan daerah yang sangat berarti," ujarnya.

Sementara itu,  Wali Kota Malang Sutiaji dalam pemaparannya pun menyampaikan komitmennya terhadal ekonomi kreatif untuk Kota Malang. Ekonomi kreatif ia sebut sudah masuk dalam visi dan misi yang akan dikerjakan selama lima tahun kepemimpinannya.  

"Ekonomi Kreatif saya tunjuk langsung menjadi satu misi khusus, yaitu mewujudkan kota produktif dan berdaya saing berbasis ekonomi kreatif, keberlanjutan dan keterpaduan. Kolaborasi menjadi sebuah keharusan. Sekarang tidak ada pesaing. Yang ada adalah tempat kita bersinergi,” ujar Sutiaji.

Peserta bincang KaTa Kreatif menyambut antusias dengan tepuk tangan ketika Sutiaji mempresentasikan Malang Creative Center yang akan menjadi pusat kegiatan kreatif di Kota Malang. Dengan tagline "Dari Malang untuk Indonesia dan Dunia", Kota Malang optimistis ekonomi kreatif dapat menjadi pendorong kesejahteraan dan solusi masalah perkotaan.

Sutiaji juga menyampaikan bahwa Kota Malang telah melakukan kolaborasi dengan semua pihak. Termasuk kerja sama telah dilakukan dengan sekitar 19 perguruan tinggi yang ada. Jejaring tersebut ia yakini mampu meningkatkan geliat ekonomi kreatif.

"Jejaring yang kami lakukan ini adalah pedoman dan kebutuhan penguasaan teknik industri berbasis aplikasi dan pengembangan permainan. Kita menyusun kurikulum perguruan tinggi berbasis komunitas. Dengan Tridarma Perguruan Tinggi, maka perguruan tinggi tidak melangit, tapi perguruan tinggi adalah membumi sesuai dengan kebutuhan masyarakat kita semua," pungkasnya.