Wali Kota Malang Sutiaji saat diwawancara wartawan. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji saat diwawancara wartawan. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang telah mendeklarasikan diri sebagai kota wisata halal. Akan tetapi, banyak masyarakat yang salah paham atas pengertian halal ini.

Baca Juga : Warga Terdampak Covid-19 di Kabupaten Malang, Bakal Dapat Pasokan Makanan Dapur Keliling

Sebagian masyarakat menilai konsep kota halal identik dengan kota syar'i dan radikal. Tentu saja pemahaman tersebut diluruskan oleh Wali Kota Malang, Sutiaji.

Sutiaji menyampaikan, Malang halal bukanlah Malang syar'i, apalagi Malang radikal.

"Malang halal bukan Malang syar'i. Tidak. Kemarin dari teman-teman kebudayaan nanya, nanti apakah Malang dibawa menjadi radikalis? Tidak," tegasnya saat ditemui di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) beberapa waktu yang lalu.

Disampaikan olehnya, banyak negara non muslim di dunia justru mengklaim diri sebagai destinasi negara halal. Dan karena hal itu, wisatawan di negara-negara tersebut melompat tinggi.

"Negara non muslim di dunia ini justru juga menyampaikan sebagai destinasi negara halal. Dan itu luar biasa. Wisatawannya melompat tinggi," bebernya.

Untuk mewujudkan hal ini, Pemkot juga sudah bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi di Kota Malang yang mempunyai fasilitas untuk sertifikasi halal.

Baca Juga : Dinsos-P3AP2KB Salurkan Bantuan bagi 1.666 Warga Miskin

"4 perguruan tinggi negeri sudah mempunyai sertifikasi halal, 2 perguruan tinggi swasta juga sudah. Tinggal bagaimana gayung bersambut," ungkapnya.

Kembali lagi ia menegaskan, halal bukan berarti untuk satu agama saja, yakni Islam. Melainkan dapat menguntungkan seluruh masyarakat pada umumnya.

"Halal bukan berarti halal untuk satu agama, tidak. Makanya saya buat HAS, halal, aman, dan sehat, sehingga setiap orang bisa masuk karena ini tersertifikasi," paparnya.

"Ke depan harapan kami bisa kita lakukan bersama-sama," pungkasnya kemudian.