Ilustrasi antivirus yang kini heboh di masyarakat karena dianggarkan Rp 12 Miliar di DKI Jakarta (Ist)
Ilustrasi antivirus yang kini heboh di masyarakat karena dianggarkan Rp 12 Miliar di DKI Jakarta (Ist)

MALANGTIMES - Warganet kembali menemukan bahan bakar untuk berkicau ramai. 

Yang mereka ramaikan adalah program Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengalokasikan anggaran pembelian antivirus senilai Rp 12 Miliar pada Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020 DKI Jakarta.

Sontak saja berbagai pihak menyorotinya tajam, tak terkecuali warganet. 

Sehingga tagar #12M pun mendulang kicauan yang begitu ramai di media sosial (medsos) dengan lalu lintas perbincangan sebanyak 41,5 ribu cuitan.

Kicauan warganet itu pun terpecah menjadi dua kubu. 

Satu yang mengkritisi habis-habisan anggaran Rp 12 miliar untuk pembelian antivirus, kubu yang lain membela Anies dengan membandingkan anggaran terkait acara Apel Kebangsaan di Jawa Tengah (Jateng) beberapa bulan lalu yang menelan dana sekitar Rp 18 miliar.

Anggaran Rp 12 miliar dan Rp 18 miliar pun bertemu dan saling berhadapan serta menjadi bahan atau topik ramai di medsos.

@saidiman yang kontra dengan adanya kebijakan pembelian antivirus Rp 12 miliar, mencuitkan, "Anti virus 12 M itu penghinaan," tulisnya, Sabtu (05/10/2019).

Begitu pula @CastilloJoshima yang mengkritisi kebijakan Pemprov Jakarta terkait hal itu. 

"Beli anti virus sampe 12 M bisa masa buat wc gk mampu? kerjamu apa pak @aniesbaswedan," cuitnya pula.

Warganet yang kontra pun banyak yang menuliskan satir dengan anggaran itu. 

Dimana, @EndangRasyita mencuitkan, "ada yang kaya sekali buang 12 M biasa aja. Ada yang bekerja keras sampai matinya, rumah sederhana pun gak kebeli," satirnya.

Di sisi lain, warganet yang pro pun ikut berkicau menandingi seterusnya di medsos. 

Dengan mengungkap ulang anggaran apel kebangsaan yang diisi dengan pertunjukan musik di Jateng. 

Misalnya, @Bagjanugraha8 yang menyampaikan, "12 M anti virus ribut. 18 M konser ga jelas mingkem. Dasar CEBONG..." cuitnya.

Senada, @hehi_noerandi juga mengatakan, bahwa Rp 12 miliar yang dianggarkan dalam KUA-PPAS 2020 DKI Jakarta itu untuk membuat kota nyaman dan membuat pemerintah bisa bekerja maksimal.

"12 M itu buat bikin kota nyaman dan ngejalanin program kerja aja lu protes,18 M buat konser lu kmna..." cuit @hehi_noerandi yang disusul oleh komentar @WWDC19_ "12 M diributin, 18 M didiemin. Togog," ujarnya.

Warganet lain, @_D_aditya mencuitkan, "18 M. 12 M Wow indonesia banyak M nya ya. Tapi yg 12 M ini manfaatnya apa ya bisa jelaskan?  Jangan kaya yg 18 M wkwkwkwk," ujarnya.

Ramainya kritik dari berbagai kalangan terkait Rp 12 Miliar untuk belanja antivirus itu yang membuat Kepala Unit Pengelola Teknologi Informasi Kependudukan Pemprov DKI Jakarta, Muhammad Nurrahman, yang mengajukan anggaran itu, mengatakan belanja itu tak hanya antivirus saja. 

"Terkait dengan anggaran Rp 12 M, itu sebenarnya bukan hanya antivirus. Yang pertama antivirus, yang kedua lisensi Microsoft Office, ketiga itu Oracle," ujar Nurrahman, kepada media.

Nurrahman merinci, untuk anggaran antivirus saja tidak sampai Rp 1 Miliar dan diperuntukkan di  267 kantor kelurahan, 44 kantor kecamatan hingga kantor-kantor suku dinas Dukcapil di setiap wilayah DKI Jakarta. 

Selain itu, anggaran cukup besar sebenarnya terserap untuk pembelian lisensi Microsoft Office. 

"Untuk Microsoft Office Rp 4 miliar," ucapnya.
Ramainya anggaran antivirus tersebut, didasarkan juga pada nilai di tahun lalu yang peruntukannya sama untuk tahun 2020 datang.

Dimana, menurut anggota Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) William Aditya Sarana, anggaran sebelumnya, hanya sekitar Rp 200 juta dengan cara menyewa antivirus.

"Ini telah dilakukan Pemprov DKI 2016-2018 atau sejak era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan besaran anggaran yang sama," ucap William.