Pasukan Polwan Polres Makota saat melantunkan Asmaul Husna di tengah massa demonstrasi, Senin (30/9). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Pasukan Polwan Polres Makota saat melantunkan Asmaul Husna di tengah massa demonstrasi, Senin (30/9). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Suasana aksi demonstrasi mahasiswa yang berlangsung di depan gedung DPRD Kota Malang, Senin (30/9) tampak berbeda. Pasalnya, pasukan polisi wanita (polwan) kompak melantunkan Asmaul Husna di belakang pagar berduri.

Kompak mengenakan jilbab putih, pasukan polwan yang disebut Polisi Asmaul Husna Polres Malang Kota tersebut siap siaga untuk mengamankan aksi unjuk rasa. Pembacaan Asmaul Husna itu sebagai salah satu bentuk untuk mendinginkan suasana demonstrasi mahasiswa. "Kami siapkan sebagai tim negosiator untuk demo," ujar Kapolres Malang Kota (Makota) AKBP Dony Alexander.

Dalam penanganan keamanan aksi kali ini, Polres Makota juga menyiapkan pagar berduri sepanjang kurang lebih 30 meter. Aparat juga menyiapkan personel gabungan dari kepolisian, Brimob, TNI, hingga satpol PP.

 

 

"Pagar berduri sesuai SOP kami siapkan. Kami mengamankan aksi massa kali ini dengan mengedepankan pendekatan persuasif yang humanis," imbuh kapolres.

Tak hanya itu. Petugas keamanan juga diminta untuk menyediakan permen, air mineral, dan snack untuk diberikan kepada massa aksi. 

Hingga siang ini, jumlah massa aksi yang berdatangan terus bertambah. Dari informasi yang didapat MalangTIMES, massa yang tergabung dalam Front Rakyat Melawan Oligarki ini tak hanya berasal dari Kota Malang, melainkan ada yang turut bergabung dari Kediri dan Jombang.