MALANGTIMES - RUU KPK telah disahkan, tapi bola panasnya terus bergulir liar. Tidak hanya menyebabkan aksi demo berbagai pihak, baik yang pro maupun kontra, tapi juga menyebabkan perundungan bagi group band Slank dan musisi legenda Iwan Fals di media sosial (medsos).

Warganet beramai-ramai mempertanyakan eksistensi Slank di saat KPK sedang disudutkan oleh kepentingan politik, menurut mereka yang pro dan menolak adanya RUU KPK. Bahkan, sebuah portal media online gelora.co menuliskan redaksi sangat menohok kepada band yang dimotori Bimbim dan Kaka Slank ini.

Dengan judul "Demi Jilat Penguasa, Slank Membisu ketika Rezim Jokowi Matikan KPK" yang dipublish tanggal 19 September 2019 serta mendapat reaksi terbilang banyak warganet menanggapi berita tersebut.
"Sebagai slankers kendari, kecewa sm slank yg dulu sangat tegas mengkritik, skrg aduh ampun deh," komentar @21Harmawan melihat band favoritnya tidak terlihat bergerak dan ikut serta dalam melakukan penolakan atas RUU KPK seperti beberapa musisi lainnya di gedung merah putih.

Warganet lainnya menuliskan, "Terlanjur mendukung jadi gengsi untuk mengkritik," cuit @ahmadkh50672515.
Warganet ramai-ramai merundung Slank dikarenakan mereka mengetahui bagaimana sikap para personilnya terkait KPK sebelum pilpres 2019. Slank pernah menggelar konser untuk mendukung KPK saat berhadapan dengan rencana hak angket DPR. Begitu pula dengan berbagai lirik lagu Slank yang anti kemapanan, kebobrokan, korupsi serta hal lain berbau kritik selama ini. Hal-hal itu yang melekat pada Slank selama ini, sampai akhirnya Slank mulai mendapat antipati saat menggelar konser di acara Apel Kebangsaan yang digelar oleh Pemprov Jateng, beberapa bulan lalu.

Pengamat politik Achsin Ibnu Maksum, seperti dilansir oleh suara nasional, mengatakan, bahwa biasanya bila ada pelemahan kepada KPK, Slank akan tampil. "Biasa ada pelemehan KPK, Slank mengadakan konser untuk membela. Namun kali ini demi jilat penguasa, Slank diam saja ketika KPK dilemahkan Rezim Jokowi,” ucap Achsin yang juga dilansir gelora co.
Menurutnya juga, Slank sudah terkontaminasi kekuasaan sehingga tidak bisa bersuara kritis. “Musisi harusnya netral, ketika ada kesalahan harus disuarakan,” imbuhnya.

Walau banyak warganet yang memberikan hujatannya atas diamnya Slank, warganet lainnya pun bersuara lain. Misalnya @DjumratO yang merasa bahwa Slank tidak seperti yang diberitakan dan dituduh oleh warganet. "Achk masa sih .... Slank ku gak gitu lah ... " komentarnya.

Warganet lainnya juga menyampaikan, bahwa pemberitaan Slank seperti yang dipublish beberapa media tidaklah berimbang. Seperti yang disampaikan @taistoimec kepada @geloraco yang memberitakan hal itu.
"Ini media berita yang dibilang @remotivi kerjanya cuma jiplak2 berita koran lain sama ambil2 video orang tanpa ada credits dsb kan, bahkan penulis beritanya aja gak dicantumin wtf? Shame on you, admin dan tim hidup buat nyari uang dari jiplak jiplak ga jelas," kritiknya.