Ilustrasi pil double L yang disita petugas dari ungkap kasus narkoba (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Ilustrasi pil double L yang disita petugas dari ungkap kasus narkoba (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Hingga saat ini kalangan pelajar seolah masih menjadi sasaran utama peredaran narkoba. Terbukti, sudah ada 22 remaja di Kabupaten Malang harus menjalani rehabilitasi guna terbebas dari ketergantungan narkoba.

”Berdasarkan catatan terbaru, sebanyak 22 pelajar yang menjalani rehabilitasi masih berusia di bawah 19 tahun,” kata Kepala BNN Kabupaten Malang, Letkol Laut (PM) Agus Musrichin.

Hingga pertengahan September ini, lanjut Agus, BNN Kabupaten Malang sudah merehabilitasi sebanyak 53 peserta. Sedangkan 22 peserta rehabilitasi yang berasal dari usia SMA dan mahasiswa baru ini. Harus direhabilitasi karena kecanduan pil double L.

”Harga yang lebih terjangkau jika dibandingkan dengan jenis narkoba lainnya, membuat pil double L mudah didapat oleh kalangan pelajar,” terang Agus saat dikonfirmasi MalangTIMES.com.

Jika di flash back, maraknya kalangan pelajar yang menjalani rehabilitasi ini juga terjadi di tahun 2018 lalu. Saat itu ada 95 peserta yang menjalani rehabilitasi akibat kecanduan narkoba. Dimana 51 peserta di antaranya berasal dari kalangan pelajar.

”Sama halnya dengan yang terjadi pada tahun 2019 ini, tahun lalu sebanyak 51 peserta yang berasal dari kalangan pelajar juga direhabilitasi karena kecanduan pil double L,” tutup Agus mengakhiri.