MALANGTIMES - Nasib nahas dialami Anton warga Desa Jambangan, Kecamatan Dampit. 

Pria 27 tahun tersebut kini kondisinya sedang kritis karena tersulut api yang memicu kebakaran, Kamis (19/9/2019) siang.

”Berdasarkan keterangan medis, sekujur tubuh korban mengalami luka bakar hingga 75 persen. Meski sempat menjalani perawatan medis di Puskesmas Turen, korban akhirnya dirujuk ke RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar) Kota Malang,” kata Kanit Reskrim Polsek Turen, Iptu Soleh Mashudi.

Seperti yang sudah diberitakan, insiden kebakaran di rumah hunian sekaligus tempat industri yang berlokasi di Jalan Wirasentanan, Desa Gedogwetan, Kecamatan Turen ini terjadi sekitar pukul 11.25 WIB.

Dari hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) yang dilakukan pihak kepolisian, kebakaran dipicu karena konsleting listrik. 

Dimana sesaat sebelum peristiwa memilukan itu terjadi, Anton sempat mencampur tiner dan cat menggunakan bor listrik untuk mewarnai sangkar burung di tempat dia bekerja .

Tidak berselang lama kemudian, bor listrik yang digunakan korban mengalami korsleting listrik, dan memicu percikan api yang langsung mengakibatkan tiner terbakar.

Mengetahui korban sedang kesakitan karena terbakar, beberapa teman korban yang juga bekerja di tempat industri sangkar burung tersebut seketika berupaya memadamkan api yang menghanguskan tubuh korban.

Namun karena terlalu panik, beberapa orang yang hendak menyelamatkan korban justru menyenggol tiner yang terbakar hingga mengguyur sekujur tubuh pria yang nyaris berusia kepala tiga tersebut.

Setelah api yang membakar tubuh korban berhasil dipadamkan, Anton langsung dilarikan ke puskesmas setempat sebelum akhirnya dirujuk ke RSSA Kota Malang. 

”Informasi terkini kondisi korban masih kritis dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit,” terang anggota polisi yang akrab disapa Soleh ini.

Di sisi lain, PMK Kabupaten Malang yang mendapat informasi adanya kebakaran langsung menerjunkan 4 unit mobil pemadam kebakaran.

Dimana 3 unit diantaranya berasal dari PMK Kabupaten Malang, sedangkan satu unit lainnya didatangkan dari PT Pindad.

Berselang sekitar 1,5 jam kemudian, api akhirnya bisa dipadamkan. Akibat insiden ini, kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp 300 juta.

”Kasusnya masih dalam tahap penyidikan, kami masih mendalami hasil olah TKP dan keterangan dari beberapa saksi yang sudah dihimpun petugas,” tutup anggota polisi yang pernah menjabat sebagai Kanit Reskrim Polsek Dampit ini.