Ilustrasi penggunaan teknologi informasi untuk model pembelajaran di sekolah (Ist)
Ilustrasi penggunaan teknologi informasi untuk model pembelajaran di sekolah (Ist)

MALANGTIMES - Loncatan pola pembelajaran di era revolusi industri 4.0, telah beberapa tahun lalu di persiapkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. 

Persiapan menghadapi perubahan dalam proses belajar mengajar di berbagai lembaga pendidikan akibat gelombang teknologi informasi yang begitu masif, juga telah mulai diterapkan dan disebarluaskan.

Tidak hanya kepada para pelajar, tapi juga kepada para pendidik. 

Dimana, berbagai pendidik di satuan pendidikan didorong untuk lebih mengenal berbagai model pembelajaran berbasis teknologi digital. 

Tak terkecuali pada guru yang mengampu pendidikan agama Islam (PAI).

Hal ini terlihat dari kegiatan workshop yang dilakukan oleh Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI Dinas Pendidikan Kabupaten Malang terkait pengayaan model-model pembelajaran berbasis teknologi digital.

Ratusan guru PAI pun diajari untuk mengenal berbagai model dengan basis digital. 

Misalnya, penggunaan aplikasi Quizziz yang merupakan sebuah web tool  untuk membuat permainan kuis interaktif dan digunakan dalam pembelajaran di kelas. 

Di aplikasi yang diperkenalkan kepada ratusan guru PAI itu, diharapkan bisa mendorong para pendidik untuk terus berkreasi dan memberikan pembelajaran kepada siswanya walaupun tanpa bertatap muka.

Dimana guru tinggal membuat soal dalam kuis di aplikasi, setelahnya bisa dipergunakan oleh para siswa untuk belajar dengan cara mengisi soal dalam kuis tersebut. 

Guru hanya membuat soal dan membagikan kode ke siswa untuk login.

"Itu salah satu aplikasi yang kita berikan dalam workshop. Selain ada juga yang kita perkenalkan yaitu Schoology. Sebuah aplikasi yang bisa menampilkan materi yang bisa dipelajari dan CBT atau tes berbasis komputer," kata Ali Masngut Ketua KKG PAI Kabupaten Malang.

Ali melanjutkan, workshop pengayaan model-model pembelajaran berbasis teknologi digital tidak bisa lagi diabaikan oleh para pendidik.

Zaman terus berubah dan pola pembelajaran pun harus menyesuaikan dengan kebutuhan saat ini.

"Guru PAI juga harus menguasai sarana mengajar berbasis IT. Pembelajaran tidak hanya teks, tapi juga bisa memanfaatkan audiovisual dan media digital. Kalau tidak kita akan ketinggalan jauh," ujarnya.

Berbagai upaya meningkatkan kemampuan para pendidik di Kabupaten Malang terkait penguasaan teknologi informasi berbasis digital itu diapresiasi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Rachmat Hardjono.

Rachmat menyatakan, peran teknologi informasi memang tidak bisa dibendung lagi dewasa ini.

"Karena itulah, teknologi ini harus kita kuasai untuk kepentingan yang baik. Sebagai pendidik tentunya teknologi kita jadikan alat untuk proses pengajaran kepada siswa," ucapnya.

Terkait perubahan pola-pola pembelajaran itulah, dirinya sangat mendukung setiap kegiatan yang bertujuan untuk semakin menguatkan dan meningkatkan keterampilan dan kemampuan dalam teknologi informasi saat ini.

"Dinas Pendidikan telah memulainya cukup lama. Sehingga, kegiatan yang dilakukan KKG PAI sebagai wujud untuk menyebarkan dan menguatkan pemahaman agar merata di seluruh guru," ujarnya yang mengatakan kegiatan tersebut dilakukan secara bergelombang, yaitu tanggal 17-18 September 2019 dan dilanjutkan 24-25 September datang.

Workshop model pembelajaran berbasis teknologi digital kepada para guru sekolah dasar (SD) se-Kabupaten Malang dengan jumlah sekitar 700 orang. Ternyata, juga tidak membuat para guru PAI mengalami kesulitan. 

Bahkan, rata-rata peserta memahaminya cukup cepat dan ebilang familiar. 

"Media digital yang diperkenalkan ini memang sudah banyak dijalankan di berbagai lembaga sekolahan. Sehingga peserta tidak terlalu mengalami kendala," ujar Bahroddin Sekretaris KKG PAI.

Dirinya juga mengatakan, workshop ini juga ternyata dari berbagai sekolahan yang telah mempraktekkannya mampu membuat siswa lebih antusias belajar.

"Selain tentunya media ini juga bisa jadi sarana belajar mandiri. Anak-anak bisa diminta kerjakan soal secara online. Tugasnya cukup dikirim memanfaatkan aplikasi messanger melalui grup whatsapp kelas," pungkas Bahroddin.