Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander (paling tengah) didampingi Wali Kota Malang Sutiaji (kirinya) dan Kepala DPRD Kota Malang I Made Rian DK (kanannya) saat menggelar press realese penyitaan ribuan Miras (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander (paling tengah) didampingi Wali Kota Malang Sutiaji (kirinya) dan Kepala DPRD Kota Malang I Made Rian DK (kanannya) saat menggelar press realese penyitaan ribuan Miras (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Beberapa hari terakhir ini, masyarakat tengah disuguhi perbincangan hangat terkait kejadian yang menelan nyawa empat warga Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru Kota Malang akibat menenggak minuman keras (miras) oplosan.

Kejadian tersebut dengan sigap ditindaklanjuti pihak kepolisian. 

Hanya berselang beberapa hari, sejak terjadinya peristiwa tersebut petugas keamanan berhasil menyita ribuan Miras berbagai jenis.

"Kita telah menggelar operasi yang mana menjadi sorotan di masyarakat kaitan dengan kejadian tanggal 17/9 lalu. Kurang lebih ada 1.280 botol Miras dengan berbagai merek yang telah berhasil kami amankan," ujar Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK, MH dalam press realese sore ini (Kamis, 19/9) bersama Wali Kota Malang Sutiaji dan Ketua DPRD Kota Malang Sementara I Made Rian DK di Halaman Mapolresta.

Jenis Miras yang berhasil diringkus dari 14 toko di wilayah Kota Malang ini, di antaranya, arak jowo, anggur merah, anggur kolesom, anggur putih, alimi, Donald anggur merah, vodka dan tommy stanley. Dari berbagai merek tersebut, salah satunta jenis Arak kerap dijadikan oplosan oleh masyarakat.

"Di sini berbagai merek, ada oplosan dan tidak mempunyai izin sama sekali. Seperti Arak yang sering dikonsumsi oleh beberapa masyarakat dan juga dicampur sendiri dengan kandungan-kandungan yang berbahaya terhadap kesehatan sehingga mengakibatkan beberapa masyarakay wilayah Malang Kota meninggal dunia," imbuhnya.

Ia menjelaskan, dari 14 toko yang disita salah satunya di wilayah Jl Simpang LA Sucipto Grand Sulfat Regency, Blimbing Kota Malang didapati menjadi pemasok bagi warga Mojolangu saat acara slametan punden hingga menyebabkan beberapa warganya kehilangan nyawa. 

"Itu adalah gudangnya. Kami temukan yang kepala tutup botolnya kuning ini di simpan dalam lemari untuk mengelabuhi petugas pada saat melakukan penggeledahan. Dan dari keterangan saksi saat pemeriksaan menerangkan memang membeli di lokasi tersebut," ungkapnya.

Setidaknya, dari penyitaan tersebut polisi menetapkan 17 tersangka yg saat ini tengah dalam proses pemeriksaan. 

Di mana, semua tempat-tempat penjualan Miras ini dinyatakan tidak memiliki izin dan melanggar Perda no. 5 tahun 2006 tentang Pengaturan Peredaran Minuman Keras.

"Dari hasil penyitaan, mereka tidak mempunyai izin sama sekali maka kita tetapkan mereka sebagai tersangka. Sehingga ini akan kita proses sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku. Ancaman hukumannya denda dan juga 1 tahun penjara," paparnya.

Sementara itu, terkait dengan uji labfor dalam penanganan kasus kematian akibat miras oplosan itu pihaknya hingga kini masih terus melakukan proses pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui kandungan yang terdapat dalam minuman tersebut.

"Untuk oplosan tim kami masih melakukan pengecekan di lapangan. Karena hasil Labfor hanya melihat kandungan darah, dan itu berisikan kandungan alkohol yang tinggi. Namun untuk penyebab kematian, ini masih kita koordinasikan kembali dengan tim Labfor di wilayah Polda Jatim," tandasnya.

Dalam kesempatan ini Wali Kota Malang Sutiaji, mengapresiasi kinerja dari aparat penegak hukum yang telah berhasil meringkus jajaran penjualan miras tak berizin. 

Ia berharap, Polresta terus sigap dalam melakukan operasi dan pencegahan terkait Miras tak berizin dan oplosan.

"Saya memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran penegak hukum yang secara cepat melakukan operasi ini. Saya mohon kepada Polresta untuk terus menerus melakukan operasi dan pencegahan-pencegahan sedini mungkin agar tidak terjadi lagi kasus seperti ini. Dengan ini memang hikmahnya kita harus kerja ekstra perangi minol (minuman beralkohol) dan narkoba," tutupnya.