Dinas Pendidikan Jombang Sebut Tidak Ada Pemukulan Kepala SD terhadap Siswa

MALANGTIMES - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang telah menerima laporan hasil penelusuran kasus dugaan pemukulan siswa SDN 2 Tunggorono Jombang oleh Kepala Sekolah Ismunarko. Keterangan yang diterima, tidak ada bukti kekerasan yang dilakukan oleh kepala sekolah.

Kepala Bidang Pendidikan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Hendro mengatakan, penelusuran dugaan pemukulan siswa SDN 2 Tunggorono Jombang ini dilakukan oleh pengawas pendidikan di bawah naungan koordinator wilayah kerja Disdikbud Jombang di kecamatan.

Dari hasil keterangan yang diperoleh pada 18 September  kemarin, Ismunarko mengaku tidak melakukan pemukulan terhadap 10 siswanya. Ismunarko hanya membetulkan gerakan sholat saat posisi rukuk dan sujud. Saat itu, 31 siswa kelas VII sedang melakukan praktik salat magrib.

"Yang disampaikan oleh kepala sekolah pengakuannya itu waktu pelaksanaan praktik salat magrib. Waktu itu guru agama membantu membetulkan bacaan sholat dan kepala sekolah membetulkan gerakannya," ujar Hendro saat diwawancarai di kantor Disdikbud Jombang, (19/9) siang.

Selain kepala SDN 2 Tunggorono Jombang, sejumlah wali murid juga dimintai keterangan oleh para pengawas pendidikan saat di sekolah tersebut. Dari pengakuan para wali murid, tidak ada pemukulan siswa yang dilakukan kepala sekolah.

"Dari wali murid pun sama, tidak terjadi pemukulan seperti itu. Ini laporan tertulisnya juga sudah masuk," kata Hendro.

Sementara, hasil pertemuan dengan koordinator wilayah kerja Disdikbud di Kecamatan Jombang itu, muncul keinginan salah seorang wali murid untuk memindahkan anaknya ke sekolah lain. Wali murid tersebut yakni Yongki Harsadi, yang sempat mengadukan dugaan pemukulan itu kepada pihak kepolisian.

Surat pindah anak Yongki ini diberikan oleh pihak SDN 2 Tunggorono pada Selasa (18/9) kemarin. "Ternyata dari pertemuan wilker (wilayah kerja), orang tua anak tersebut sudah diarahkan untuk pindah sekolah ke SD Denanyar 2 biar masalah tidak melebar. Tadi pagi yang bersangkutan menyerahkan surat dari SD Denanyar 2 yang sanggup menampung anak tersebut," pungkas kepala SDN 2 Tunggorono saat dihubungi.

 

Top