Ilustrasi
Ilustrasi

MALANGTIMES - Henri Cahyono (45), warga Kelurahan/Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, harus meringkuk lagi di tahanan Polres Blitar Kota. Residivis kasus sabu-sabu itu kembali ditangkap dalam kasus yang sama. 

"Dia residivis kasus sabu-sabu dan keluar penjara tiga tahun lalu," kata Kasat Narkoba Polres Blitar Kota AKP Imron.

Polisi menangkap Henri di bengkel cat miliknya di wilayah Kauman, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar. Polisi menggerebek bengkel cat mobil itu. Saat ditangkap, Henri sempat menangis. Henri sempat memohon kepada polisi untuk dilepas.

Dia mengaku hanya menjadi korban dalam kasus peredaran sabu-sabu itu. "Dia menangis, memohon untuk dilepas. Dia mengaku hanya menjadi korban," ujar Imron.

Tetapi, polisi tetap menggelandang Henri ke Polres Blitar Kota. Saat digeledah, polisi menemukan barang bukti empat paket kecil sabu-sabu. Total berat sabu-sabu yang disita polisi dari Henri sekitar 0,74 gram. "Dia tidak bisa mengelak karena kami menemukan barang bukti sabu-sabu dari Henri," katanya.

Menurut Imron, Henri membeli sabu-sabu dari temannya atas nama Kentang. Henri membeli sabu-sabu dengan sistem ranjau. Henri memesan sabu-sabu ke Kentang melalui ponsel. Lalu, barang itu dikirim dengan cara diletakkan di suatu tempat yang sudah disepakati. 

"Dia mengaku membeli satu gram sabu-sabu dengan harga Rp 1,2 juta. Dia menjual kembali sabu-sabu itu dalam paket kecil," ujarnya.