Sekda Kabupaten Malang Didik Budi Muljono terus mendorong penuntasan berbagai proyek jalan pariwisata. (dok MalangTIMES)
Sekda Kabupaten Malang Didik Budi Muljono terus mendorong penuntasan berbagai proyek jalan pariwisata. (dok MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Malang terus berupaya keras menyelesaikan berbagai program pembangunan jalan dan kegiatan pendukungnya tahun 2019 ini. Khususnya yang berada di lokasi-lokasi pendukung wisata nasional Bromo Tengger Semeru (BTS) yang juga jadi perhatian serius pemerintah pusat. Misalnya pembangunan di jalan Tulusbesar sampai Ngadas, Poncokusumo, yang merupakan jalur penghubung dari Kabupaten Malang menuju BTS. 

Sejak proses lelang selesai sekitar Juni 2019, pembangunan berupa pemeliharaan dan pelebaran jalan di lokasi tersebut langsung digenjot. Hasilnya, sampai Agustus 2019, progres fisik jalan Tulusbesar-Ngadas sepanjang 10 kilometer (km) kini telah terselesaikan sekitar 70 persen. Sedangkan untuk target penyelesaian dikunci di September 2019.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pemeliharaan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang Suwiknyo. Dia menyatakan, target penyelesaian untuk fisik jalan Tulusbesar-Ngadas adalah September 2019.

"Targetnya September, kami optimistis bisa menyelesaikan untuk proyek jalan Tulusbesar-Ngadas. Agustus sudah 70 persen lebih sehingga kami optimistis bisa mencapainya," kata Suwiknyo, Kamis (19/09/2019) kepada MalangTIMES.

Komitmen penyelesaian proyek yang masuk dalam program hibah jalan daerah (PHJD) bukan saja disampaikan Dinas PU Bina Marga. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Didik Budi Muljono juga  mengatakan hal yang sama.

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang sangat mendukung keberhasilan program nasional terkait pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata. "Komitmen kita jelas terkait pembangunan pariwisata. Untuk infrastruktur pendukung, misalnya jalan, kita fokus di wilayah yang bisa mendukung wisata nasional BTS. Seperti di Tulusbesar-Ngadas itu. Progresnya juga bagus sampai saat ini," ucap Didik Budi.

Komitmen dan harapan besar Didik Budi inilah yang juga jadi bahan bakar bagi Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang untuk mengejar target proyek di Tulusbesar-Ngadas di September 2019 ini.

Percepatan pembangunan yang juga tidak lepas dari pengawasan mutu dan volume jalan secara ketat telah membuat berbagai proses pembangunan jalan wisata ini dijamin mampu memberikan tingkat kenyamanan dan keamanan bagi para pengendara maupun wisatawan. 

Selain hal tersebut, Suwiknyo menegaskan, dengan anggaran yang masuk dalam PHJD, maka pihaknya memastikan, seluruh proses sudah sesuai dengan berbagai aturan yang ada. 

"Semua sudah sesuai aturan dan pengawasan juga ketat dari kami dan tentunya pihak kementerian. Jadi, kami pastikan seperti arahan pimpinan bahwa seluruh pembangunan berjalan sesuai relnya," ungkapnya.

Seperti diketahui, dengan skema PHJD, mekanisme pencairan dana hibah itu adalah pemerintah daerah membiayai terlebih dahulu kegiatan fisik (konstruksi) dan nonfisik, seperti penguatan perencanaan, Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan, keterlibatan masyarakat dan gender. Kemudian, dana hibah dibayarkan ke pemerintah daerah jika hasil pekerjaan jalan telah memenuhi standar kualitas dari Kementerian PUPR yang disepakati sebelumnya dalam project management manual (PMM). 

Sedangkan total anggaran untuk pembangunan jalan Tulusbesar-Ngadas yang dilakukan melalui pelelangan secara elektronik adalah Rp 7,7 miliar. Sesuai dengan data dari laman LPSE Kabupaten Malang dengan  pagu Rp 10,5 miliar dan harga perkiraan sendiri (HPS) Rp 10,49 miliar.

Hal ini juga ditegaskan oleh Didik bahwa seluruh OPD Kabupaten Malang, secara serius melakukan pekerjaannya dalam mempercepat terwujudnya pembangunan yang terkait sektor pariwisata. "Karena ini, komitmen kita bersama untuk menyejahterakan masyarakat Kabupaten Malang melalui sektor pariwisata. Pembangunan jalan adalah hal penting juga dalam hal ini. Karenanya saya apresiasi pengawalan Bina Marga atas berbagai proyek jalan pariwisata itu," pungkasnya.