MALANGTIMES - Sejumlah mahasiswa asal Kalimantan dan Sumatera yang sedang menempuh pendidikan di Kota Malang, mengaku khawatir karena kabut asap kian parah di kampung halaman. Mereka pun menggelar doa bersama, hingga turun ke jalan bersama driver ojek online (ojol) menghimpun donasi untuk para korban. 

Perwakilan orda Ikatan Keluarga Mahasiswa Riau Malang (IKPMR-Malang) Seftian Bayu Rianto mengungkapkan bahwa para pelajar dan mahasiswa yang tengah merantau juga sangat berharap masalah kebakaran hutan cepat teratasi. "Keluarga kami di rumah terkena dampaknya juga, Kak. Tadi saya baru dapat kabar kalo hari ini kabut di daerah saya mulai tebal kembali," ujar Seftian.

Hari ini (18/9/2019) dia dan teman-temannya melakukan aksi solidaritas. Mereka mengirim makan siang bagi para driver ojol yang tergabung dalam Gabungan Riders Malang (GRM). Belasan driver ojol tersebut berjejer di sepanjang jembatan Jalan Soekarno Hatta Kota Malang sambil membawa kotak yang bertuliskan Donasi Tabung Oksigen Bencana Kabut Asap sejak kemarin (17/9/2019) hingga lusa. 

Seftian mengatakan bahwa saat ini teman-temannya di daerah yang terkena dampak dari kebakaran hutan ini juga sangat merindukan menghirup udara segar kembali. "Keluarga dan teman-teman di daerah yang terkena dampak juga rindu akan langit biru dan udara segar. Bukan menghirup udara yang tidak sehat," sebutnya.

Dia berharap kepedulian warga Malang yang dihimpun oleh para driver ojol tersebut bisa membantu para korban terdampak. "Kami sangat tersentuh karena kepedulian warga Malang. Dan dengan di lakukan aksi ini, semoga teman-teman di daerah yang terkena dampak dari kebakaran hutan tetap kuat menghadapi ini. Karena bukan mereka saja yang merasakan, tapi semua masyarakat Indonesia juga merasakan hal yang sama," tuturnya. 

Hal senada disampaikan Irfan, salah satu mahasiswa asal Kalimantan Tengah. "Tadi saya dari perwakilan teman-teman mahasiswa Kalimantan dan Riau mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kami pada teman-teman komunitas driver ojol yang menggalang dana untuk kejadian kebakaran hutan dan lahan yang semakin parah," sebutnya.