Ilustrasi persaingan merebut kursi kosong Kepala Dinas di Kabupaten Malang (Ist)
Ilustrasi persaingan merebut kursi kosong Kepala Dinas di Kabupaten Malang (Ist)

MALANGTIMES - Tiga posisi kosong di organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Malang yang terbilang lama dibiarkan tanpa terisi pejabat eselon II, sebentar lagi dipastikan terisi.

Seleksi terbuka (Selter) untuk tiga posisi Kepala Dinas di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sumber Daya Air (SDA), Dinas Kesehatan (Dinkes), dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) telah terisi oleh 14 orang yang akan memperebutkan tiga posisi tersebut. 

Dimana, 14 pelamar poisis Kepala Dinas itu, Rabu (18/09/2019) pukul 21.00 WIB nanti akan diumumkan hasil seleksi administrasi dan penelusuran rekam jejaknya.

"Pelamar mencapai 14 orang untuk tiga posisi kosong di OPD. Dimana sesuai tahapan, nanti malam memang hasil seleksi administrasi seluruh pelamar dan rekam jejaknya. Setelah itu baru masuk ke seleksi kompetensi," ucap Kepala Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah.

14 peserta tersebut terbagi dalam tiga posisi berbeda. Dimana untuk Dinkes terdapat 5 pelamar yang akan memperebutkan kursi Kepala Dinas. Yakni, Plt Kadinkes Ratih Maharani, Arbani Mukti Wibowo, Nurrochman, Dessy Deliyanti, yang ketiganya juga memiliki pengalaman mengelola rumah sakit daerah (RSUD Lawang) serta Benidiktus.

Di posisi Kepala Dinas PU SDA Kabupaten Malang, hanya ada 4 pejabat yang melamar. Yakni, Plt Kadis PU SDA Avicenna Medisica Saniputera, Anang Udayana yang kini sebagai Kepala Bidang Penataan Ruang dan Bangunan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya, Dwi Siswahyudi, serta Untung Sudarto.

Di Diskominfo, kembali Plt sebagaimana di dua posisi kosong lainnya ikut juga maju. Ferry Hari Agung maju untuk memperebutkan posisi Kepala Diskominfo beserta Atsalis Supriyanto, Aniswaty Aziz, Henry Mulia Baharudin Ta Jung dan R Taufiq Hidayat.

Dari 14 peserta selter itu, akan dipergunakan sistem gugur. Yakni, jika satu tahapan  gagal, maka tidak bisa ikut tahapan lanjutan. Selain itu, terang Nurman, pelamar hanya bisa dan boleh mengikuti seleksi pada satu posisi saja. 

"Jadi satu peserta hanya bisa memilih satu posisi saja. Karena ada tiga posisi kosong, maka para peserta dipersilahkan memilih jabatan yang akan diikutinya. Hal lainnya, deleksi dan rekrutmen bersifat transparan dan hasil keputusannya tidak bisa diganggu gugat," ujar Nurman. 

Harapan sistem selter dalam pengisian kursi tiga OPD Kabupaten Malang pun, seperti yang disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Didik Budi Muljono, bisa menghasilkan pimpinan yang berintegritas, jujur dan kompeten pada bidangnya masing-masing.

"Tentu ini harapan kita semua. Bahwa nantinya siapapun yang terpilih duduk jadi kepala dinas di 3 OPD itu benar-benar yang terbaik. Seleksi kita pakai terbuka," ucap Didik Budi.

Didik Budi melanjutkan, bahwa tiga posisi yang kosong itu pun merupakan kedinasan atau OPD yang memang membutuhkan pimpinan yang handal di bidangnya. Misalnya, Dinkes yang memang membutuhkan sosok yang memahami benar terkait persoalan-persoalan kesehatan. 

Begitu pula di Diskominfo dan dinas PU SDA yang berkaitan erat dengan pelayanan masyarakat secara langsung dalam persoalan sumber air irigasi, salah satunya.

"Jadi memang harus lahir pimpinan yang menguasai betul bisang-bidang itu. Selain kemampuan manajerial serta hal lainnya yang dibutuhkan untuk menjadi sosok pimpinan," urai Didik Budi.

Untuk tahapan seleksi setelah adanya pengumuman hasil seleksi administrasi dan penelusuran rekam jejak, akan dilanjut ke tahap seleksi Uji Kompetensi dan assessment, tanggal 23-25 September 2019. Selanjutnya adalah seleksi makalah, paparan, presentasi makalah dan wawancara yang jatuh pada tanggal  3-4 Oktober 2019.

Sedangkan untuk pengumuman hasil seleksi akan digelar tanggal  8 Oktober 2019. Serta diikuti dengan penyampaian hasil penilaian kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) Kabupaten Malang.