Waka Polres Malang Kota, Kompol Ari Tristiawan (tengah) (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Waka Polres Malang Kota, Kompol Ari Tristiawan (tengah) (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pasca pesta miras maut yang menyebabkan empat nyawa melayang di Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, pihak kepolisian langsung melakukan razia serentak sejumlah kawasan yang dicurigai menjual miras.

Dari razia tersebut, petugas mengamankan tiga orang yang diduga telah menjual miras maut.

Waka Polres Malang Kota, Kompol Ari Tristiawan, membenarkan, jika saat ini pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang yang diduga merupakan penjual miras.

"Kami periksa tiga orang yang diindikasikan miras ini (miras maut) berasal. Berasal dari Lowokwaru dan juga Blimbing. Tiga orang itu masih kami periksa dan tidak menutup kemungkinan masih bisa berkembang lagi. Tapi untuk detailnya akan segera kami rilis," bebernya.

Penyebab kematian serta kandungan dari miras maut sendiri juga masih menunggu hasil tim forensik dari Polda Jatim, sehingga pihaknya belum bisa berbicara lebih jauh lagi.

"Sampel darah dan urine udah dikirim ke lab forensik. Pencarian sisa minuman juga dilakukan, namun di lokasi sudah bersih," bebernya.

Kondisi terakhir beberapa korban, masih dilakukan perawatan dan informasinya beberapa sudah membaik.  Namun untuk korban meninggal bertambah satu, sehingga menjadi empat orang.

"Ini akan segera kami rilis. Yang jelas masih menunggu penyebab dari kematian para korban ini, secepatnya," paparnya.

Sementara itu, jika nantinya penjual miras maut terbukti menjual dan mengoplos miras yang dijual kepada para korban, maka pelaku bisa terancam pasal 204 ayat 1, KUHP yang berbunyi, “Barangsiapa menjual, menawarkan, menerimakan atau membagi – bagikan barang, sedang diketahuinya bahwa barang itu berbahaya bagi jiwa atau kesehatan orang, dan sifat yang berbahaya itu didiamkanya, dihukum penjara selama–lamanya lima belas tahun”.

Kemudian pada pasal 204 ayat 2, KUHP yang berbunyi, “Kalau ada orang mati lantaran perbuatan itu, si tersalah dihukum penjara seumur hidup, atau penjara sementara, selama–lamanya dua puluh tahun”.