Ilustrasi (istimewa)
Ilustrasi (istimewa)

MALANGTIMES - Minuman keras kembali telan korban. Setidaknya ada empat korban yang kini tercatat meninggal dunia setelah meneguk minuman keras yang telah dioplos. Kejadian itu dilaporkan telah menimpa warga Jalan Simpang Candi Panggung RT 1 RW 9 Kelurahan Mojolangu, Kota Malang.

Peristiwa menggemparkan itu pun mendapat perhatian khusus publik. Anggota DPRD Kota Malang, Lookh Mahfud menyampaikan, Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 5 Tahun 2006 tentang pengawasan, Pengendalian Dan Pelarangan Penjualan Minuman Beralkohol harus direvisi kembali. Sehingga ada penanganan dan pengawasan yang lebih ketat terhadap peredaran minuman haram tersebut.

"Perda Minol menjadi salah satu yang akan kami bahas setelah alat kelengkapan dewan terbentuk. Dan ternyata kita belum lama ini malah digegerkan dengan adanya korban yang meninggal karena miras oplosan," jelasnya dalam diskusi yang digelar di Rumah Makan Kertanegara, Rabu (18/9/2019).

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Wasto menegaskan, Perda Kota Malang tentang minuman beralkohol (Minol) akan dibahas lebih rinci. Salah satunya penegasan pembatasan peredaran minol hingga pemberhentian izin.

"Untuk izin baru tidak ada lagi, Pak Wali (Wali Kota Malang Sutiaji; red) sudah menegaskan moratorium minol," jelasnya.

Menurutnya, saat ini total izin minol yang dikeluarkan Pemkot Malang ada di 70 titik dan tidak ditambah sampai detik ini. Sementara yang ada saat ini boleh melakukan perpanjangan izin, dan tetap harus berpedoman pada ketentuan yang ada dalam Perda Nomor 5 tahun 2006. Salah satunya menyangkut jenis dan kadar alkohol yang boleh diedarkan atau dijualbelikan.

"Termasuk razia oleh Satpol PP juga akan diperketat lagi," pungkasnya.

Sementara itu, beberapa poin yang terdapat dalam Perda Kota Malang Nomor 5 Tahun 2006 tentang Pengawasan, Pengendalian Dan Pelarangan Penjualan Minuman Beralkohol harus direvisi kembali salah satunya menjelaskan tentang tata cara penjualan Miras.

Dalam Bab IV tentang Penjualan minuman beralkohol bagian pertama diantaranya dijelaskan jika penjualan langsung minuman beralkohol golongan A,B, dan C hanya diizinkan untuk diminum langsung di tempat. 

Selanjutnya dalam Pasal 5 dijelaskan jika penjualan langsung minuman beralkohol golongan B dan/atau C secara eceran untuk diminum di tempat hanya diijmzinkan di hotel berbintang 3, 4 dan 5. Kemudian restoran dengan tanda Talam Kencana dan Talam Selaka, serta Bar termasuk Pub dan Klab Malam.