Bupati Malang Sanusi siap untuk wujudkan rencana Skytrain di wilayahnya untuk mendukung program Jatim di sektor pariwisata (dok MalangTIMES)
Bupati Malang Sanusi siap untuk wujudkan rencana Skytrain di wilayahnya untuk mendukung program Jatim di sektor pariwisata (dok MalangTIMES)

MALANGTIMES - Harapan dan antusias tinggi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) terkait rencana pembangunan moda transportasi sejenis kereta gantung (skytrain) pariwisata menuju Bromo Tengger Semeru (BTS), cukup beralasan.

Selain bisa menjadi ikon pariwisata Jatim, tujuan utama rencana pembangunan Skytrain adalah menarik wisatawan untuk bisa lebih lama berada di berbagai destinasi pariwisata yang ada di Jatim pada umumnya. Khususnya di wilayah-wilayah dimana Skytrain dioperasikan menuju destinasi wisata nasional BTS.

Seperti diketahui, moda transportasi masal yang diwacanakan akan melintasi gerbang Kertasusila (Gresik- Bangkalan- Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan), BTS (Bromo-Tengger-Semeru) hingga lingkar wilis itu kini makin dekat menuju kenyataan.

Pihak investor asing dari China pun sudah tertarik untuk menanamkan dana bagi terwujudnya Skytrain yang bakal menjadi moda transportasi multifungsi. Bisa mengangkut penumpang, serta bisa juga dipakai untuk kontainer.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang yang kini telah memiliki lagi bupati, yaitu Sanusi pun mendukung penuh gagasan Skytrain. Dimana gagasan tersebut juga disampaikan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawangsa kepada Sanusi saat pelantikan Bupati Malang Selasa (17/09/2019) kemarin.

"Ibu Gubernur menyampaikan hal itu. Kita ( Bupati dan DPRD, red) diminta bersiap untuk menyambut gagasan dan investor yang akan masuk. Kita siap untuk itu," kata Bupati Malang Sanusi, Rabu (18/09/2019).

Kesiapan yang disampaikan Sanusi tersebut, dilandasi dengan persiapan yang sebenarnya sudah dilakukan oleh Pemkab Malang di Badan Otoritas Pariwisata (BOP) cukup lama. Dimana, menurutnya, program tersebut sudah lama dan masuk dalam BOP TNBTS.

"Kita bahkan telah menyiapkan lahan seluas 20 hektar (ha) untuk terminalnya. Lahan itu ada di Jeru, Tumpang, itu jadi stasiunnya skytrain sampai di Jemplang yang ada di Bromo. Nantinya bisa dikonekkan antara Kota Batu sampai Bromo," ujar Sanusi.

Selain hal itu, sektor pariwisata juga merupakan salah satu program strategis Kabupaten Malang sampai 2021 mendatang. Sehingga, segala yang terkait dengan kepariwisataan yang tentunya melibatkan Kabupaten Malang, Pemkab Malang akan mendukung dan ikut serta dalam mewujudkannya.

Skytrain yang akan jadi moda transportasi pariwisata menuju BTS pun, tentu akan memiliki dampak positif kepada masyarakat. Hal ini dinyatakan oleh Khofifah, bahwa bila rencana skytrain terwujud, maka akan ada dampak positif bagi masyarakat Malang, khususnya di Kabupaten Malang.

"Jadi kita akan mendukung penuh hal itu dengan berbagai sumber daya yang ada di kami. Terkait harapan gubernur pun, kami dengan DPRD punya niat dan harapan sama terkait pariwisata," ujar Sanusi.

Tidak hanya hal itu, Sanusi juga mengatakan, keseriusan Pemkab Malang untuk membangun wilayah Malang Selatan yang juga diminta Khofifah pun sudah dan akan terus dijalankan. Hal ini dipertegas oleh Sanusi yang mengatakan, di wilayah Bululawang, di tahun ini sudah ada beberapa investor datang untuk menanamkan modalnya.

Investasi yang akan masuk tersebut, secara langsung akan memacu pertumbuhan dan perkembangan ekonomi di Malang Selatan, seperti yang diharapkan Khofifah.

"Sesuai arahan gubernur, di Bululawang sudah ada beberapa Investor datang. Salah satunya mau membangun pabrik tetes tebu dengan investasi Rp 3 triliun. Pabrik ini akan bisa menyerap 6 ribu pegawai yang saya minta 95 persen berasal dari warga kita sendiri," ucap Sanusi.