Ketua Kwarcab Kabupaten Malang Hj Jajuk Rendra Kresna saat membuka acara kemah pendidik PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Malang di Coban Rondo (Dinas Pendidikan Kabupaten Malang for MalangTIMES)
Ketua Kwarcab Kabupaten Malang Hj Jajuk Rendra Kresna saat membuka acara kemah pendidik PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Malang di Coban Rondo (Dinas Pendidikan Kabupaten Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dinas Pendidikan Kabupaten Malang kembali menggelar kemah di lokasi wisata, yaitu di bumi perkemahan Wanawisata Coban Rondo, Pujon, setelah sukses menggelar kemah pelajar SMP se-Kabupaten Malang, beberapa waktu lalu.

Kegiatan kemah yang digelar dari Selasa sampai Rabu (17-18 September 2019) ditujukan kepada para pendidik di satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) se-Kabupaten Malang.

Menariknya kemah pendidik satuan PAUD ini mengusung tema yang sedang menjadi perhatian seluruh pihak. Yakni, terkait persoalan stunting yang jadi momok dewasa ini.

Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Ahmad Wahid Arief, membenarkan terkait agenda besar kemah itu. "Kita angkat tema stunting dengan harapan besar, bahwa seluruh pendidik di satuan PAUD akan semakin memiliki pemahaman dan mampu menerapkannya di berbagai lembaga pendidikannya," kata Ahmad, Rabu (18/09/2019).

Seperti diketahui, persoalan stunting di Kabupaten Malang memang menjadi fokus perhatian dan agenda besar pemerintah di bawah kepemimpinan Sanusi saat ini.

Dimana, angka stunting Kabupaten Malang, masih terbilang tinggi. Serta diharapkan mampu turun satu digit di tahun 2019 ini. Dari data 2018 lalu, angka stunting Kabupaten Malang mencapai 30.323 dari total 154.188 balita atau sebanyak 20 persen.

Kondisi inilah yang membuat Sanusi memberikan target kepada seluruh jajarannya untuk bersama menihilkan stunting di tahun 2020 datang.
Ahmad menjelaskan, pencegahan stunting di ranahnya telah dimulai cukup lama di berbagai satuan pendidikan di Kabupaten Malang. Baik melalui pelatihan, pembinaan sampai dengan berbagai rencana pembangunan sekolah sehat.

Peserta kemah pendidik PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, usung misi Stunting dan Pramuka pra-siaga (for MalangTIMES)

"Jadi untuk kemah pendidik PAUD saat ini merupakan rangkaian dari komitmen Dinas Pendidikan ikut serta dalam penurunan dan pencegahan stunting. Apalagi peserta kemah memang bertugas melakukan pendidikan pada anak usia dini. Sehingga ini lebih tepat sasaran," ujarnya.

Selain mengusung misi Stunting, kemah pendidik PAUD juga mengangkat tema Pramuka Pra-Siaga. Dimana, secara langsung Ketua Kwarcab Kabupaten Malang Hj Jajuk Rendra Kresna membuka dan meresmikan Pramuka Pra-Siaga untuk siswa PAUD.

Jajuk Rendra juga menitipkan peran penting terbentuknya Pramuka Pra- Siaga kepada para guru PAUD se-Kabupaten Malang, yang disebutnya mampu membantu bangsa Indonesia dalam menyiapkan generasi penerus lewat Pramuka.

"Pramuka Pra-Siaga adalah tingkatan Pramuka untuk anak usia prasekolah. Dimana melaluinya akan terbentuk karakter baik pada pelajar yang bawah, yaitu anak-anak PAUD," ujarnya.
Melalui Pramuka Pra-Siaga ini pula, lanjut Jajuk Rendra, akan dihasilkan kompetensi dan karakter pelajar yang bukan hanya unggul di sisi akademis saja. 

"Tapi juga akan terbangun karakter moral, tanggung jawab, gotong royong, dan berakhlatul kharimah pada anak-anak sejak usia dini. Maka saya titip pada guru PAUD untuk bisa mengadakan kepramukaan di lembaga masing-masing. Serta memperkenalkan bahwa kegiatan Pramuka adalah kegiatan yang menyenangkan," urainya.

​​​​​​Selain jajaran dari Dinas Pendidikan, Kwarcab, juga turut hadir dari Divisi Infanteri II/Kostrad, Muspika Kecamatan Pujon, serta Korwilcam, Penilik dan Pengawas se-Kabupaten Malang.