Monev manajemen BOS pada lembaga SD Dinas Pendidikan Kota Malang hari kedua. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)
Monev manajemen BOS pada lembaga SD Dinas Pendidikan Kota Malang hari kedua. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Operator dan bendahara Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) pada lembaga Sekolah Dasar (SD) terus dikawal oleh Dinas Pendidikan Kota Malang. 

Hal ini dilakukan dengan tujuan mewujudkan pengelolaan BOSDA yang transparan dan akuntabel.

Hari ini (Selasa, 17/9/2019), Dinas Pendidikan mengadakan monitoring dan evaluasi (monev) manajemen BOS (Bantuan Operasional Sekolah) pada lembaga SD di Aula Dinas Pendidikan.

Monev ini diikuti bendahara dan operator dari 195 SD negeri dan 84 SD swasta se-Kota Malang.

Plt Bidang Pembinaan SD, Muflikh Adhim SE MM menyatakan, monev ini dilakukan untuk melihat sejauh mana serapan penggunaan BOSDA di masing-masing sekolah.

"Melihat sudah sejauh mana serapan dari masing-masing sekolah dalam penggunaan dana BOSDAnya. Apa ada yang salah, kesulitannya apa, ada pendampingan juga di sini," bebernya.

Pendampingan pada monev tersebut itu dilakukan oleh Kasi Kesiswaan dan Kelembagaan Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kota Malang, Dyah Christiana W.

"Terus didampingi sama Bu Dyah selaku Kasi Kurikulum dan Kesiswaan," ucap Mukhlif.

Perlu diketahui, monev manajemen BOS pada lembaga SD ini sudah 2 hari ini dilakukan. 

Senin kemarin (16/9/2019) khusus monev untuk BOSNAS (Bantuan Operasional Sekolah Nasional).

"Jadi mengevaluasi serapan dari pelaksanaan Bosnas dan kita selaraskan juga dengan aplikasi yang ada di KPK, yaitu aplikasi JAGA," ucap Muflikh.

Dengan begini, lanjutnya, diharapkan sekolah itu bisa transparan dan akuntabel dalam penggunaan dana BOS tersebut.