MALANGTIMES - Polres Malang Kota  saat ini terus berupaya menyelediki kejadian pesta miras berujung maut di Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru,  yang menewaskan tiga warga dan membuat sembilan warga  dirawat di rumah sakit.

Polisi masih terus berkordinasi dengan pihak rumah sakit guna melakukan pemeriksaan urine dan tes darah  para korban. Sehingga sampai saat ini, polisi masih belum bisa memastikan penyebab kematian para korban.

"Masih menunggu tim forensik. Pengujian urine dan darah para korban juga masih dilakukan dan kami masih menunggu apa saja campuran dalam miras yang bisa menyebabkan para korban meninggal," kata Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander.

Selain itu, pihak kepolisian juga masih menunggu waktu yang tepat untuk  melakukan pemeriksaan kepada para korban yang masih dirawat di rumah sakit. Sebab saat ini, kondiai korban masih dalam pantauan tim medis.

"Kami juga menunggu untuk melakukan pemeriksaan para korban yang dirawat. Saat ini masih dikordinasikan dengan tim media, apakah sudah memungkinkan untuk memeriksa para korban," ucapnya.

Dalam hal ini, polisi juga tak mau terburu-buru dalam melakukan penyelidikan yang justru nantinya bisa terjadi kesalahan persepsi. Maka dari itu, saat ini hasil dari lab dari pemeriksaan darah maupun urine masih ditunggu.

"Namun dari beberapa korban yang sebelumnya ada yang bisa diajak komunikasi, memang mereka mereka berkumpul dan menenggak miras," tambah kapolres.

Petugas dari satreskoba, reskrim maupun jajaran dari polsek juga telah melakukan pemeriksaan tiga lokasi yang ada kaitan dengan kejadian tersebut. Namun belum terdapat barang bukti menonjol yang diamankan.

Seperti diberitakan, Sabtu (14/9/2019) malam, terdapat 12 orang yang akan bersiap mengikuti kegiatan bersih punden pada Minggu pagi (15/9/2019). Saat itu, sekitar pukul 23.00 WIB, 12 orang tersebut melakukan pesta miras. Salah satu warga membawa botol air mineral besar berisi sebuah cairan berwarna bening yang diduga merupakan miras.

Setelah berpesta miras, keesokan harinya, belum terjadi hal-hal yang janggal. Namun pada hari berikutnya, Senin (16/9/2019), Agus -warga RT 3/09 berusia sekitar 30 tahun- meninggal. Kemudian Afrizal -warga RT 4/09  berusia sekitar 25 tahun- dan Warnu -warga RT 04 RW 9 berusia 78 tahun- meninggal Selasa (17/9/2019).

Sementara, sembilan orang lainnya mengalami sejumlah gejala. Mereka mengeluh sakit dada dan sesak napas. Bahkan, ada yang mengalami kebutaan mata hingga dikirim ke beberapa rumah sakit seperti RSSA, RS UMM, dan RSI.