Lansekap Kota Surabaya di pagi hari, satu-satunya kota di Jawa Timur yang masuk daftar Kota Paling Makmur di Indonesia versi REI. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Lansekap Kota Surabaya di pagi hari, satu-satunya kota di Jawa Timur yang masuk daftar Kota Paling Makmur di Indonesia versi REI. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Malang Raya belum masuk dalam daftar Kota Paling Makmur di Indonesia versi Realestat Indonesia (REI). Kemarin (16/9/2019) Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan REI meluncurkan penelitian tentang Indonesia City Prosperity Index (CPI) 2019. Sebuah indeks yang mengukur kemakmuran sebuah kota.

Hasilnya, kota yang dinilai paling makmur di Indonesia adalah Denpasar. Posisi kedua dan ketiga yakni Batam dan Balikpapan. Peringkat 10 besar juga diisi Kota Tangerang Selatan, Manado, Makassar, Banjarmasin, Surabaya, Jakarta, dan Padang. Lantas disusul Semarang, Bandung, Pontianak, Bogor, Samarinda, Pekanbaru, Lampung, Palembang, Palangkaraya, dan Jayapura. 

Dari nama-nama kota tersebut, baru Surabaya yang mewakili Provinsi Jawa Timur. Dalam keterangan tertulis, Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata mengungkapkan terdapat enam indikator dalam CPI milik REI. Indikator-indikator tersebut yang digunakan untuk mengukur dan menentukan kemakmuran suatu kota. 

Di antaranya produktivitas, pembangunan infrastruktur, kesetaraan dan inklusivitas sosial, kualitas hidup, keberlanjutan lingkungan, serta legislasi dan postur kelembagaan kota. Menurut Soelaeman, pengembang memiliki posisi yang strategis dalam membentuk suatu kota. "Index ini mengajak para pelaku pembangunan kota untuk bersama-sama menjadikan kota di Indonesia menjadi lebih makmur," ujarnya.

Hasilnya Denpasar adalah kota yang paling makmur di Indonesia. Denpasar sebagai kota paling makmur di Indonesia memperoleh skor 60,2 persen. Angka itu menunjukkan bahwa Ibukota Provinsi Bali tersebut masih masuk dalam kategori moderately solid. 

Dalam CPI 2019 tersebut, belum ada kota-kota di Indonesia yang masuk pada kategori solid dan very solid. Jakarta yang notabene merupakan pusat pemerintahan dan pusat bisnis di Indonesia pun masih berada di level 10 besar. Skor yang didapat Ibukota Indonesia ini hanya 55 persen.

Pihak REI berharap nantinya hasil penelitian tersebut dapat dijadikan acuan. "Kami berharap kota-kota di Indonesia hari ini berkompetisi secara positif untuk mencapai level tertinggi, agar bisa setara dengan kota-kota di negara lain," pungkas nya.