Aktivitas buyer dan seller dalam agenda Beautiful Malang Travel Mary 2019, Sabtu (14/9/2019) (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)
Aktivitas buyer dan seller dalam agenda Beautiful Malang Travel Mary 2019, Sabtu (14/9/2019) (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Setelah sempat vacum beberapa waktu, Beautiful Malang Travel Mart kembali digelar. Menyuguhkan sederet pelaku usaha dan traveling ternama di Malang Raya, agenda yang digelar di Hotel Atria Malang sejak Sabtu (14/9/2019) hingga Minggu (15/9/2019) itu juga menyuguhkan sederet potensi wisata yang dimiliki Malang Raya.

Mulai dari perhotelan, agen wisata, hingga beberapa wisata kampung tematik yang dimiliki Malang Raya turut tampil. Di sana, ratusan buyer datang untuk melihat langsung penawaran yang diberikan. 

Menariknya, acara yang mempertemukan buyer dan seller itu bersifat gratis. Lantaran Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang memberikan layanan dan fasilitas khusus.

"Buyer bisa datang dan tak harus membayar alias gratis. Di sini, buyer akan mendapat banyak penawaran menarik dari seller," kata Kasi Promosi Wisata Disbudpar Kota Malang Agung H Bhuana pada MalangTIMES di sela agenda Beautiful Malang Travel Mart, Sabti (14/9/2019).

Agung menjelaskan, kegiatan tersebut sempat vacum dan terakhir digelar pada 2015 lalu. Kemudian kembali digelar lantaran kegiatan yang mempertemukan buyer dan seller itu banyak memberi efek positif pada pertumbuhan wisatawan. Di mana jumlah wisatwam yang berkunjung ke kota pendidikan ini mengalami pertumbuhan secara signifikan, baik domestik maupun mancanegara.

Dia juga menyampaikan, buyer yang datang dalam agenda kali ini seluruhnya berasal dari luar Malang Raya. Mulai dari Surabaya, Sidoarjo, Jakarta, Bandung, Semarang, Solo, Balikpapan, Makassar, Lombok, hingga Bali. 

Sementara, untuk seller seluruhnya berasal dari Malang Raya. Mulai dari hotel, agen travel, hingga kelompok sadar wisata (pokdarwis) dari sederet kampung tematik dan desa wisata yang dikembangkan Kabupaten Malang.

"Kita sinergi dengan Kabupaten Malang dan Kota Batu. Karena wisata di Malang Raya ini satu kesatuan," jelasnya.

Lebih jauh dia menyampaikan, kegiatan ini diyakini mampu mendongkrak jumlah wisatawan. Karena sejak digelarnya Beautiful Malang Travel Mart 2015 lalu hingga sekarang, jumlah wisatawan yang datang naik lebih dari 100 persen.

"2014 lalu jumlah wisatawan lokal tercatat 2,5 juta dan pada 2018 sudah mencapai 4,9 juta. Sedangkan wisatawan mancanegara untuk 2014 tercatat sembilan ribu turis dan mencandi 15 ribu wisatawan asing pada 2018," imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, sederet gebrakan baru yang dilakukan Pemerintah Kota Malang dalam meningkatkan wisata juga disampaikan. Salah satunya adalah rencana pembangunan Kampung Kayutangan Heritage, salah satu kampung yang direncanakan untuk menjadi destinasi baru. 

Setidaknya ada 68 seller dan 125 buyer yang terlibat dalam kegiatan tersebut.