Made Rian dan Cermin Toleransi Umat Beragama Kota Malang Pada Kursi Pimpinan Legislatif

MALANGTIMES - Sekitar dua minggu lalu, tepatnya Sabtu (24/8/2019), 45 nama yang telah ditetapkan KPU resmi dilantik sebagai anggota DPRD Kota Malang periode 2019-2024. Proses pelantikan saat itu dipimpin Wakil Ketua Pengadilan Negeri Kota Malang, Judi Prasetya.

Dalam proses pelantikan tersebut, seluruh nama yang terpilih diambil sumpah untuk menjalankan amanah yang telah diberikan masyarakat. Ikrar janji pun dilakukan menggunakan kitab suci agama yang mereka anut. Ketika itu, 44 anggota dewan terpilih mengucap sumpah secara Islam. Sementara satu lainnya yaitu I Made Rian Diana Kartika disumpah secara Hindu.

Masih jelas di ingatan, saat itu Sekretaris DPRD Kota Malang Mulyono membacakan sebuah Surat Keputusan (SK) yang ditandatangani Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. SK tersebut berkaitan dengan penetapan dua nama yang dipilih menjadi pimpinan sementara DPRD Kota Malang sebelum ada penetapan secara definitif. Dua nama itu adalah I Made Rian Diana Kartika dari PDI Perjuangan dan Abdurrachman dari PKB.

Usai ditetapkan, keduanya kemudian mendapat palu sidang dari Ketua DPRD Kota Malang periode sebelumnya, Bambang Heri Susanto. Selanjutnya, sidang pun dilanjutkan dan ditutup oleh I Made Rian DK sebagai Ketua Sementara DPRD Kota Malang.

Kemudian hari ini, Selasa (10/9/2019), DPRD Kota Malang melangsungkan rapat internal menetapkan empat nama yang telah ditunjuk partai pemenang untuk menduduki kursi Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Malang. Sejak hari ini, legislatif secara de facto telah memiliki unsur pimpinan secara definitif. Tinggal menunggu waktu, keempatnya akan dilantik sebagai pimpinan DPRD Kota Malang.

Dari SK yang diberikan partai pemenang itu, I Made Rian Diana Kartika dipilih sebagai Ketua DPRD Kota Malang periode 2019-2024. Dalam rapat internal yang berlangsung tak lebih dari 20 menit itu, seluruh anggota dewan yang hadir menyatakan setuju dan tak keberatan dengan keputusan tersebut.

Tampak seluruh anggota dewan bersalaman dan memberikan ucapan selamat. Ruangan sidang paripurna di lantai tiga gedung DPRD Kota Malang riuh beberapa saat dengan berbagai guyonan yang dilontarkan. Mereka pun mengakhiri rapat internal dengan foto bersama.

I Made Rian DK (tengah deretan belakang) saat berfoto bersama anggota DPRD Kota Malang periode 2019-2024 usai rapat internal penetapan ketua definitif DPRD Kota Malang, Selasa (10/9/2019) (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

Sosok I Made Rian DK memang sudah banyak dikenal banyak kalangan. Pria yang akrab disapa Made itu sering ditemui di berbagai kesempatan. Aktif sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan, tentunya tak heran jika ia banyak dikenal sebelum ditetapkan sebagai Ketua DPRD Kota Malang.

Dilingkungan masyarakat, dia dikenal sebagai sosok yang tegas dan vokal dengan beberapa isu yang tengah hangat diperdengarkan. Di lingkungan tempatnya tinggal, ia juga dipercaya menjadi Ketua RW 02 Tlogomas. Sebuah kawasan yang memang dikenal sebagai kawasan yang amat religius dengan sebuah Pondok Pesantren ternama asuhan Almarhun KH. Muhajirin.

Saat ditetapkan menduduki kursi ketua dewan, Made menilai jika itu merupakan sebuah posisi strategis dalam menyuarakan aspirasi masyarakat. Pasca ditetapkan dan terpilih sebagai perwakilan rakyat, dia dan para anggota yang terpilih berjanji akan melaksanakan setiap kewajiban menyerap aspirasi masyarakat secara maksimal. Dia juga mengharapkan dukungan dari masyarakat serta jajaran pemerintah dan unsur TNI-Polri untuk terus memberi dukungan.

"Terima kasih kepada masyarakat yang memilih kami juga penyelenggara pemilu yang sudah bekerja keras. Serta dukungan para pengawas pemilu beserta jajaran TNI-Polri yang sudah memberi keamanan dan kenyamanan dalam tahap Pemilu hingga sekarang," imbuhnya.

Kata Masyarakat Tentang Terpilihnya Made

I Made Rian Diana Kartika dipastikan menduduki kursi DPRD Kota Malang sesuai dengan rekomendasi yang ditandatangani Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri. Made terpilih setelah melalui beberapa tahapan seleksi yang dilakukan di internal PDI Perjuangan. "Rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan keluar kemarin, Senin (9/9/2019) dan saya diberi amanah sebagai Ketua DPRD Kota Malang," terang Made.

Dalam proses Pemilu 2019, jumlah suara yang dikantongi pria asal pulau dewata ini terbilang banyak. Made berhasil mendapat suara terbanyak untuk daerah pilihan (dapil) Lowokwaru yang terkenal sebagai dapil neraka. Setidaknya ada 5.849 suara yang memilih Made sebagai wakil mereka di kursi legislatif. Tentu angka yang terbilang fantastis dan besar.

Lantas bagaimana pendapat masyarakat dengan dipilihnya Made sebagai Ketua DPRD Kota Malang non muslim pertama yang akan memimpin selama lima tahun ke depan?

Warga Kedungkandang, Achmad Syaiful Afandi berpendapat, latar belakang ras, suku, dan agama seorang Ketua DPRD Kota Malang bukanlah hal terpenting. Di era demokrasi yang serba terbuka dan kedudukan yang sama di depan hukum, menurutnya setiap warga negara berhak untuk menduduki jabatan publik.

"Paling penting itu adalah kinerja mereka. Bagaimana mereka bisa membawa Kota Malang lebih baik dan menyalurkan aspirasi masyarakat. Latar belakang dia dari agama apa itu tak harus lagi diperdebatkan," kata Syaiful.

Lebih jauh dia menyampaikan, DPRD Kota Malang saat ini memiliki catatan merah di masyarakat. Kasus korupsi massal yang melibatkan hampir semua anggota DPRD Kota Malang telah mengurangi kepercayaan masyarakat. Sehingga, anggota dewan saat ini dinilai harus berjuang bukan hanya dari janji, melainkan hasil dan perbuatan mereka di lapangan.

"Saya pun masih pesimis dengan dewan pasca kejadian korupsi massal kemarin. Harapannya yang sekarang jangan terjebak di lubang yang sama," tegasnya.

Sementara itu, warga Kecamatan Klojen, Lucky menyampaikan, sosok terpenting yang dia harapkan dari wakil rakyat di DPRD Kota Malang adalah mereka yang memiliki dedikasi bagi masyarakat. Mampu menyuarakan aspirasi masyarakat. Selain itu menjalankan tugas dan fungsinya sebagaimana aturan yang ada.

"Siapapun dia, apapun agamanya, apapun sukunya nggak ada persoalan. Karena Indonesia ditakdirkan dengan keberagaman budaya, suku, agama, dan golongan. Yang terpenting, orang itu harus mampu menjalankan fungsinya sebagai Ketua DPRD. Periode sebelumnya juga banyak anggota dewan non muslim yang terpilih," jelasnya.
 

Langkah ke Depan Made Sebagai Ketua Dewan

Setelah dipilih partai sebagai Ketua DPRD Kota Malang untuk periode lima tahun ke depan, Made menyampaikan beberapa hal yang ia sebut menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan. Hal terpenting yang harus dilakukan adalah mengembalikan citra dan nama baik lembaga DPRD Kota Malang. Pasalnya, badai politik yang menyeret hampir seluruh anggota DPRD Kota Malang dalam kasus korupsi sangat mencoreng nama baik lembaga anggota legislatif di kota pendidikan tersebut.

Dia berjanji, akan mengoptimalkan tiga fungsi dewan yaitu bidang anggaran, legislasi, dan pengawasan. Setiap langkah serta kebijakan yang telah ditetapkan di meja DPRD Kota Malang menurutnya akan diawasi dengan benar hingga ke masyarakat.

"Kami sungguh-sungguh akan mengawal dan menyalurkan seluruh aspirasi masyarakat untuk meningkatkan semua pelayanan publik yang sangat dibutuhkan masyarakat Kota Malang," jelas Made kepada MalangTIMES, Selasa (10/9/2019).

 

Top