Petugas Tagana beserta warga saat berupaya memberikan pertolongan pertama usai mengevakuasi korban yang diduga tewas karena bunuh diri (Foto: Tagan for MalangTIMES)
Petugas Tagana beserta warga saat berupaya memberikan pertolongan pertama usai mengevakuasi korban yang diduga tewas karena bunuh diri (Foto: Tagan for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Warganet dibuat heboh dengan kasus seorang pria paruh baya yang ditemukan sekarat usai terjatuh dari atas Jembatan Kedungpedaringan, Kecamatan Kepanjen, Sabtu (7/9/2019) siang.

Sebelum terjatuh, korban yang diketahui bernama Mulyono warga Desa Gampingan, Kecamatan Pagak itu, sempat menyuruh orang yang memboncengnya dengan sepeda motor, agar berhenti di samping jembatan.

Belakangan diketahui, sesaat setelah berhenti di lokasi kejadian, korban sempat berpamitan kepada pengendara sepeda motor yang memboncengnya, jika dirinya hendak buang air kecil. Tidak lama kemudian, saat pria 54 tahun itu berdiri tepat di tengah jembatan, korban langsung menjatuhkan dirinya dari atas jembatan yang memiliki ketinggian sekitar 30 meter tersebut.

Sontak saja, warga serta pengguna jalan yang mengetahui hal itu langsung berhamburan menyelamatkan korban. Bahkan sebagian diantaranya sempat memposting detik-detik saat dimana warga dan petugas gabungan dari kepolisian dan Tagana (Taruna Siaga Bencana) sedang berupaya mengevakuasi tubuh korban yang jatuh dari atas jembatan.

”#update: korban laki2, orang gampingan. kronologi: orang ini dibonceng temannya, pas diatas jembatan berantas mnt berhenti utk buang air kecil.. tp tiba2 dia loncat n temannya teriak2 mnt bantuan posisi pas diangkat ke pinggiran sungai masih bernafas, tp pas sudah diatas napas sudah berhenti. Sudah ada polisi di TKP,” tulis akun Muhammad Ar Ridho didalam unggahannya ke salah satu grub Facebook tersebut.

Dalam postingannya, Muhammad Ar Ridho juga mengunggah beberapa foto saat warga dan petugas gabungan berupaya mengevakuasi tubuh korban, yang sempat hanyut terbawa arus Sungai Brantas.

Sontak saja, postingan yang diunggah beberapa jam lalu itu langsung menjadi viral. Hingga berita ini ditulis, sekitar seribu akun warganet nampak memberikan tanggapan akan postingan tersebut. Bahkan sudah dibagikan sebanyak 63 kali. Selain itu, di kolom komentar juga nampak dijejali lebih dari 400 tanggapan warganet atas insiden memprihatikan tersebut.

”innalillahi wa innailahi rojiun .. Ya Allah kok ono ae (kok ada-ada saja),” tulis akun Fentty Maae Ichelsea saat menulis tanggapannya di kolom komentar yang ada di dalam grub yang memiliki anggota sekitar 131 ribu akun tersebut.

”Usai dievakuasi petugas sempat memberikan pertolongan pertama, sebab saat itu korban masih sanggup bernafas. Namun karena tidak kunjung sadar, korban akhirnya dilarikan ke RSUD Kepanjen,” kata Musthofa, salah satu personel Tagana yang kali pertama datang memberikan pertolongan terhadap korban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun MalangTIMES.com, peristiwa memilukan ini terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Sesaat sebelum nekat menerjunkan diri kedalam dasar jembatan Kedungpedaringan. Korban diketahui pergi meninggalkan rumah dan berpamitan kepada keluarganya jika dirinya hendak pergi ke wilayah Bulupitu, Kecamatan Gondanglegi.

Mulyono tidak sendirian, saat itu dirinya sempat minta diantarkan oleh tetangganya yang diketahui bernama Agus Swarsono warga Desa Gampingan, Kecamatan Pagak.

Mendengar permintaan korban, pria 36 tahun itu menyiapkan kendaraan sepeda motornya guna mengantarkan Mulyono ke Bulupitu. Semula tidak ada kejanggalan saat keduanya sedang berada di perjalanan.

Hingga akhirnya, saat tiba di sekitar lokasi kejadian, korban meminta agar saksi menghentikan laju sepeda motornya. ”Informasinya korban menyuruh saksi berhenti karena dirinya kebelet kencing, dan hendak buang air kecil di sekitar jembatan,” terang Musthofa.

Mendengar permintaan tersebut, saksi akhirnya menghentikan laju kendaraannya usai melewati jembatan Kedungpedaringan. Bukannya segera kencing, korban justru berjalan menyisiri jembatan. Setibanya di tengah bangunan jembatan tersebut, pria yang berusia lebih dari kepala lima itu justru melompat dari atas jembatan.

Mengetahui aksi nekat tetangganya tersebut, Agus Swarsono langsung menghampiri lokasi tempat korban melompat. Lantaran sudah jatuh ke dasar jembatan, saksi akhirnya teriak minta tolong kepada warga dan pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi kejadian.

Mendengar teriakan tersebut, warga langsung berhamburan menyelamatkan korban. Di sisi lain, petugas Polsek Kepanjen yang mendapatkan informasi langsung menerjunkan beberapa anggotanya ke lokasi kejadian.

”Korban dievakuasi ke RSUD Kepanjen dengan menggunakan pick up, setibanya di rumah sakit korban dinyatakan meninggal dunia. Kasus ini masih ditangani polisi guna mengetahui motif dibalik korban yang diduga nekat bunuh diri tersebut,” tutup Musthofa kepada MalangTIMES.com.