Wakil Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif, saat memberikan sambutan pembuka dalam Roadshow Bus KPK 2019 di Kota Malang (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Wakil Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif, saat memberikan sambutan pembuka dalam Roadshow Bus KPK 2019 di Kota Malang (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Beragam cara dalam pencegahan korupsi dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Melalui gelaran Roadshow Bus KPK 2019 di Kota Malang yang digelar hari ini (Jum'at, 6/9) hingga Minggu (8/9) mendatang, banyak hal yang disajikan.

Diantaranya, pengenalan produk anti korupsi seperti aplikasi JAGA, e-LHKPN, dan Gratifikasi Online (GOL), pameran pelayanan publik, sosialisasi hingga Tanya Jubir KPK, dan yang lainnya bakal mengisi kegiatan ini selama tiga hari kedepan.

Wakil Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif memberikan penjelasan singkat mengenai pemahaman pencegahan korupsi. Di mana, korupsi tidak boleh menjadi budaya bangsa.

"Berteriak anti korupsi itu gampang, tapi melaksanakan anti korupsi yang susah," ungkapnya saat memberikan sambutan dalam pembukaan Roadshow Bus KPK 2019 di Halaman Balaikota Malang.

Menurut dia, kedatangannya kali ini memang sebagai salah satu dalam mengkampanyekan anti korupsi. Namun, pelaksanaan tersebut kata dia tidak cukup jika hanya dilakukan dengan pidato saja.

"Kami juga melihat secara detail, beberapa hal salah satunya mengenai pendapatan aset. Kemudian peningkatan pendapatan asli daerah, dan nggak hanya peningkatannya saja tetapi kita juga melakukan pengawasan untuk pemanfaatannya," kata dia.

Selain itu, ia juga mengapresiasi mengenai Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di Kota Malang yang sudah 100 persen dilaporkan. Dalam kesempatan ini, pihaknya juga akan melakukan perbaikan sistem perizinan.

"Disini tak hanya kampanye, tapi kita juga akan melakukan perbaikan sistem perizinan untuk pengadaan barang dan jasa. Saya juga apresiasi Kota Malang yang LHKPN nya sudah 100 persen masuk, bahkan akan membuat unit gratifikasi nanti," pungkasnya.