Surat pernyataan MUI. (Foto: istimewa)
Surat pernyataan MUI. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam keras disertasi berjudul Konsep Milk Al-Yamin Muhammad Syahrur sebagai Keabasahan Hubungan Seksual Nonmarital. Disertasi tersebut ditulis oleh Abdul Aziz, mahasiswa S3 UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta.

Kecaman itu tertulis dalam surat pernyataan Dewan Pimpinan MUI yang diterima oleh MalangTIMES. Dalam surat tersebut, tertulis bahwa hasil penelitian Abdul Aziz terhadap Konsep Milk Al-Yamin Muhammad Syahrur yang membolehkan hubungan seksual di luar pernikahan (nonmarital) bertentangan dengan Alquran dan As-Sunnah serta kesepakatan ulama (ijma’ ulama). 

"Hasil penelitian Saudara Abdul Aziz terhadap Konsep Milk Al-Yamin Muhammad Syahrur membolehkan hubungan seksual di luar pernikahan (nonmarital) saat ini bertentangan dengan Alquran dan As-Sunnah serta kesepakatan ulama (ijma’ ulama) dan masuk dalam kategori pemikiran yang menyimpang (al-afkar al-munharifah) dan harus ditolak karena dapat menimbulkan kerusakan (mafsadat) moral/akhlak ummat dan bangsa," tulis MUI.

Surat pernyataan yang ditandatangani Wakil Ketua Umum MUI Prof Dr H Yunahar Ilyas Lc MA dan  Sekretaris Jenderal MUI Dr H Anwar Abbas MM MAg tersebut juga menyebutkan bahwa konsep hubungan seksual nonmarital atau di luar pernikahan tidak sesuai untuk diterapkan di Indonesia.

"Karena mengarah kepada praktik kehidupan seks bebas yang bertentangan dengan tuntunan ajaran agama (syar’an), norma susila yang berlaku (‘urfan), dan norma hukum yang berlaku di Indonesia (qanunan) antara lain yang diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 1974 dan nilai-nilai Pancasila," lanjutnya.

Praktik hubungan seksual nonmarital tertulis dapat merusak sendi kehidupan keluarga dan tujuan pernikahan yang luhur. Yaitu untuk membangun sebuah rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan rahmah, tidak hanya untuk kepentingan nafsu syahwat semata.

Untuk itu, MUI meminta kepada seluruh masyarakat, khususnya umat Islam, untuk tidak mengikuti pendapat tersebut. "Karena dapat tersesat dan terjerumus ke dalam perbuatan yang dilarang oleh syariat agama," kata MUI.

MUI juga menyesalkan promotor dan penguji disertasi Abdul Aziz tersebut. "Menyesalkan kepada promotor dan penguji disertasi yang tidak memiliki kepekaan perasaan publik dengan meloloskan dan meluluskan disertasi tersebut yang dapat menimbulkan kegaduhan dan merusak tatanan keluarga serta akhlak bangsa," tutup surat pernyataan itu.