Foto: istimewa
Foto: istimewa

MALANGTIMES - Banyak keistimewaan dari ma'had Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang). Salah satunya, kemampuan untuk mencetak ulama-ulama berintelek. Seperti diketahui, mahasiswa baru di UIN Malang wajib tinggal di ma'had selama satu tahun. Dalam waktu 1 tahun tersebut, karakter dan akhlak yang baik akan terbentuk. Selain karakter dan akhlak, kecerdasan spiritual juga tinggi.

Namun, terdapat satu program khusus untuk mencetak ulama-ulama pengganti ulama berintelek pada zaman peradaban Islam. Sebanyak 1 persen dari seluruh mahasiswa baru tersebut akan dipilih khusus untuk dimasukkan ke dalam Ma'had Al Jami'ah Al Ali. Selama 4 tahun mereka akan dipersiapkan menjadi ulama berintelek.

"Di antara mereka ini (seluruh mahasiswa baru penghuni ma'had) diambil 1 persen yang itu saya masukkan dalam Ma'had Al Jami'ah Al Ali. Itu selama 4 tahun. Jadi mereka inilah yang nanti akan mengganti Al-Ghazali, Ibnu Rusyd, Ibnu Sina, Ar Razi yang telah meninggal," beber Direktur Ma'had Sunan Ampel Al Aly UIN Malang, Dr H Akhmad Muzakki MA saat ditemui di Pascasarjana UIN Malang, Junrejo.

Program unggulan ini dicetuskan karena untuk mencetak generasi Ulul Albab yang berkualitas tinggi, tidak cukup hanya dalam waktu setahun. Mahasiswa yang terpilih pun dari lintas jurusan. Ada yang kedokteran, ekonomi, fisika, dan lain-lain. "Ini nanti akan lahir intelek yang ulama, ulama yang intelek," tandasnya.

Program ini saat ini sudah 3 tahun berjalan. Angkatan pertama sejumlah 25 orang yang memenuhi standar nilai untuk masuk dari jumlah total 3.500 mahasiswa.

Dengan program ini, diharapkan melahirkan tokoh-tokoh Islam pada saat Zaman Peradaban dulu yang tidak hanya pintar dalam bidang agama saja melainkan juga intelektualnya.

Maka, para ulama ini nantinya juga menjadi ilmuwan yang memberikan banyak kontribusi tidak hanya di bidang agama melainkan juga di bidang ilmu pengetahuan.