Mohamad Alfian tersangka beserta barang bukti sajam jenis calok saat diamankan polisi (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)
Mohamad Alfian tersangka beserta barang bukti sajam jenis calok saat diamankan polisi (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Diduga lantaran masalah dendam pribadi, membuat Mohamad Alfian warga Dusun Tegal Pasangan, Desa Pakiskembar, Kecamatan Pakis ini, nekat hendak menghabisi nyawa seseorang. Akibat perbuatannya, pria 35 tahun tersebut dijebloskan ke dalam tahanan Polsek Pakis, lantaran membawa benda senjata tajam (sajam), Sabtu (3/8/2019) dini hari.

”Ketika diamankan, petugas mendapati sajam jenis calok yang disimpan di balik jaket yang dikenakan oleh tersangka,” kata Kanit Reskrim Polsek Pakis, Aiptu Teguh Dharmawan.

Terungkapnya kasus ini bermula dari laporan warga yang tinggal di Dusun Botoputih, Desa Sumberpasir, Kecamatan Pakis. Ketika itu, Jumat (3/8/2019) warga merasa was-was akan keberadaan tersangka yang tiba-tiba datang ke perkampungan mereka saat tengah malam tiba.

”Berdasarkan keterangan warga, sejak pukul 11 malam tersangka sempat berseliweran di daerah Dusun Botoputih. Bahkan pelaku juga sempat menanyakan keberadaan salah satu warga yang tinggal di sekitar dusun tersebut,” terang Teguh.

Mendapatkan informasi tersebut, anggota kepolisian Mapolsek Pakis yang kebetulan sedang melakukan patroli rutin bergegas mendatangi lokasi kejadian. Bersama dengan perangkat desa setempat, polisi akhirnya mengamankan tersangka Alfian.

Meski sempat mengelak jika membawa sajam, namun polisi yang ketika itu menggeledah tubuh tersangka akhirnya mendapati sebilah calok yang diselipkan di bagian pinggangnya.

Dari informasi yang beredar, tersangka sengaja membawa sajam karena ingin menghabisi nyawa seseorang. Namun hingga kini polisi masih melakukan pendalaman, guna memastikan dugaan tersebut. ”Kasusnya masih dalam tahap penyidikan, rencananya Senin (5/8/2019) akan kami rilis di Polsek Pakis,” ungkap Teguh kepada MalangTIMES.com.

Pihaknya menambahkan, selain mengamankan tersangka ke Polsek Pakis. Polisi juga menyita berbagai barang bukti. Di antaranya sebilah calok, dan jaket kain yang digunakan menyembunyikan sajam, diamankan petugas guna kepentingan penyidikan. ”Tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat 1 Undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951, tentang tindak pidana membawa senjata tajam tanpa ijin,” pungkas Teguh.