Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Hiburan

'Big Red Ball', Matahari Mini Buatan Manusia

Penulis : Arifina Cahyati Firdausi - Editor : Lazuardi Firdaus

02 - Aug - 2019, 15:13

Placeholder
Big Red Ball (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Berbicara tata surya, matahari merupakan pusat yang dikelilingi oleh berbagai planet termasuk bumi yang ditempati manusia. Berada pada jarak 150 juta kilometer dari bumi, matahari sebagai entitas paling kuat dan sangat penting bagi munculnya kehidupan bumi. 

Tapi, bagaimana jadinya kalau manusia menciptakan matahari sendiri? 

Ya, dilansir dari berbagai sumber, ilmuwan di Universitas Wisconsin-Madison menciptakan matahari mini. Bernama Big Red Ball (BRB), replika matahari ini dibuat untuk mempelajari angin matahari.

Matahari mini ini berukuran satu juta kali lebih kecil, dengan memiliki lebar 3 meter saja. Para ilmuwan memompakan gas helium dalam BRB dan mengubahnya menjadi plasma.

BM tengah bola ini terdapat magnet yang menciptakan medan gaya sementara untuk diaplikasikan arus listrik membentuk plasma dan medan gaya matahari asli. Peneliti mendeteksi, plasma ini bergerak cepat dalam BRB secara magnetis.

Dari situlah, kondisi analog matahari bisa menyebabkan sendawa 'plasmoid' yang menyulut angin surya bermuatan aliran partikel yang dipancarkan bintang raksasa ini.

Ethan Peterson, salah satu peneliti dari University of Wisconsin-Madison menjelaskan jika angin matahari ini sebuah aliran energi yang terbuat dari plasma dengan paryikel bermuatan elektron dan neutron. Keduanya mengalir keluar matahari dengan kecepatan setinggi 900 km/s dan pada suhu 1 juta derajat (Celcius). 

"Ini pertama kalinya ada yang menciptakan angin bintang berputar. Sangat menyenangkan ketika menyadari eksperimen laboratorium yang semakin canggih memudahkan kita untuk memahami proses mendasar terjadinya angin surya,” ungkapnya.

Mebmlui kombinasi pendekatan yang dibuat peneliti ini, diharapkan bisa menyelesaikan misteri terbesar matahari. Termasuk dorongan kecepatan yang mendorong angin surya ke bagian lain tata surya.

Proses memahami hal itu dianggap penting, karena angin matahari dapat mempengaruhi banyak hal di bumi. Seperti, merusak satelit, elektronik, dan jaringan listrik di bumi.

Memang bidang science selalu memunculkan ide kreatifnya ya. Replika Matahari ini bukan lah pertama diciptakan manusia, sebelumnya ada juga ilmuwan di China yang juga dikabarkan membuat replika matahari, bedanya kala itu untuk mempelajari dan memanfaatkan daya fusi nuklir.


Topik

Hiburan malang berita-malang Big-Red-Ball Matahari-Mini-Buatan-Manusia Universitas-Wisconsin-Madison



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Arifina Cahyati Firdausi

Editor

Lazuardi Firdaus