Kondisi di Gunung Arjuna. (Foto: istimewa)
Kondisi di Gunung Arjuna. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Jika pada Rabu (31/7/2019) tercatat 70 hektare yang terimbas kebakatan hutan dan lahan di Gunung Arjuna, ternyata kondisi terkini luasan hutan yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih 300 hektare.

“Update penanganan hari Kamis (1/8/2019) pukul 13.45 WIB. Berdasarkan informasi dari rekan-rekan yang ada di pos pantau Taman Hutan Raya (tahura) Raden Soerjo sudah 300 hektare,” ungkap Achmad Choirur Rochim, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu.

Dengan semakin luas area hutan yang terbakar, potensi ancaman banjir bandang di musim hujan mendatang akan semakin besar.

Ia menambahkan, kondisi terkini di area kebakaran masih terpantau ada bara api yang belum padam. 

Hal ini bisa dilihat dari kayu dan akar yang terbakar.

Hanya saja untuk titik api tidak ada. “Dan kami memang terus memantau untuk mengantisipasi munculnya api baru karena situasi di lokasi angin cukup kencang,” imbuhnya. 

Sebelumnya kebakaran itu terjadi bermula pada Minggu (28/7/2019), lalu pada Senin (29/7/2019) api dapat dipadamkan. 

Sayangnya pada Selasa (30/7/2019) muncul titik api baru diduga dari rambatan api tersebut. 

Karena kondisi ini Gunung Arjuno sudah dinyatakan ditutup untuk pendakian sampai batas waktu yang tidak ditentukan. 

Sedang untuk luasan kawasan Tahura Raden Soerjo mencapai 27.868,30 hektare.

Wilayahnya hutan ini mencakup lima administrasi pemerintahan yakni Kota Batu, Kabupaten Malang, Pasuruan, Mojokerto, Jombang, dan Kediri.

Secara topografi kawasan ini terdiri dari delapan gunung yaitu Gunung Arjuno, Anjasmoro, Kembar I dan II, Welirang, Ringgit, Argowayang, dan Gunung Gede. Memiliki beragam keanekaragaman hayati.

Di sana terdapat tiga tipe vegetasi hutan yakni hutan alam cemara gunung, padang rumput, serta hutan hujan tengah. 

Kemudian kawasan konservasi ini menjadi habitat yang baik bagi rusa sampai elang jawa.