Ilustrasi perhotelan yang ada di Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Ilustrasi perhotelan yang ada di Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sektor pariwisata yang semakin berkembang pesat di Kabupaten Malang, nyatanya juga berdampak positif terhadap PAD (Pendapatan Asli Daerah), terutama di sektor perpajakan.

Berdasarkan catatan yang dihimpun Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Kabupaten Malang. Terhitung hingga 10 Juli, pajak perhotelan sudah meraup pendapatan mencapai Rp 1.982.876.738 dari target yang dipatok senilai Rp 3.080.000.000.

”Jika diprosentasekan, sudah lebih dari 64 persen target yang ditentukan sudah terealisasi di semester pertama,” kata Kepala Bapenda Dr Purnadi, kepada MalangTIMES.com.

Dengan capaian positif tersebut, lanjut Dr Purnadi, pihaknya optimis bakal kembali mendulang surplus di sektor pajak perhotelan.

”Selain pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) serta pajak restoran, pajak perhotelan memang menjadi tiga sektor pajak daerah dengan jumlah pendapatan tertinggi,” terang Dr Purnadi.

Mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang ini menambahkan, jika pihaknya bakal mengoptimalkan pasukannya agar bisa menutup target dalam durasi tiga bulan kedepan. ”Dengan demikian, kami berharap pendapatan pajak perhotelan bakal kembali mendulang surplus seperti tahun-tahun sebelumnya,” imbuhnya.

Jika di flash back, pada tahun 2018 lalu, pendapatan pajak perhotelan yang dikelola Bapenda Kabupaten Malang mengalami surplus lebih dari 25 persen. Sebab, dari target yang dipatok Rp 2,9 milyar. Bapenda mampu mendulang pendapatan pajak perhotelan mencapai lebih dari Rp 3,7 milyar.

”Meski tahun ini targetnya mengalami peningkatan, namun kami yakin pajak perhotelan bakal mengalami surplus minimal 20 persen dari target yang sudah ditentukan,” tutup pria yang identik mengenakan kaca mata ini