PKL yang masih berjualan di area zona merah jalan Panglima Sudriman. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

PKL yang masih berjualan di area zona merah jalan Panglima Sudriman. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)


Editor

A Yahya


MALANGTIMES - Papan larangan berjualan di area zona merah rupanya tidak digubris oleh sebagian Pedagang Kaki Lima (PKL). Padahal papan tersebut sudah terpasang selama beberapa hari.

Seperti halnya yang terlihat di Jalan Panglima Sudirman, Kecamatan Batu tepat berada di area zona merah masih ada PKL yang berjualan. Trotoar itu dijadikan untuk berjualan buah salak.

Di sana juga terpasang keterangan berjualan salak pondoh jogja, sedangkan buah tersebut diletakkan di atas papa kayu yang dipasang di pagar tersebut. Beberapa keranjang dan timbangan itu pun tepat berada di atas trotoar. 

Padahal dalam papan itu sudah jelas tertuliskan ‘Kawasan ini merupakan zona merah pedagang kaki lima (lokasi dilarang berjualan). Pasal 2 ayat (1), Perwali Kota Batu nomor 52 tahun 2019 tentang perubahan atas perwali Kota Batu nomor 18 tahun 2011 tentang penetapan kawasan bebas pedagang kaki lima di wilayah Kota Batu’. 

‘Sanksi pasal 9 perda nomor 5 tahun 2005 dirampas atau disita dagangan usahanya dengan pidana kurungan 6 bulan dan denda Rp 500 ribu’. Ya memamg sebagian dari mereka itu akan pergi jika tim Satpol PP Kota Batu mulai melakukan penertiban. 

“Meskipun sudah ada papan larangan saya tetap berjualan di sini. Ya karena saya juga cari nafkah, karena di sini letaknya strategis,” kata PKL yang tidak ingin disebutkan namanya, Jumat (12/7/2019).

Alasannya berjualan di area jalan protokol karena dirasa banyak konsumen yang berdatangan, dibandingkan dengan lokasi lainnya. “Baru kalau ada penertiban biasanya saya pindah lokasi,” imbuhnya. 

Ia pun berharap ke depan Pemkot Batu bisa mewadahi PKL dengan menyuguhkan area khusus untuk PKL. Namun area tersebut dapat mendatangkan wisatawan.

End of content

No more pages to load