Suasana saat pemukulan gong, sebagai tanda diresmikannya museum oleh Plt Bupati Malang, Sanusi (Anggara Sudiongko/MalangTimes)

Suasana saat pemukulan gong, sebagai tanda diresmikannya museum oleh Plt Bupati Malang, Sanusi (Anggara Sudiongko/MalangTimes)



MALANGTIMES - Kota Malang semakin layak jadi jujugan wisatawan domestik maupun luar negeri, khususnya bagi mereka yang ingin menggali mengenai sejarah, seni dan budaya. Pasalnya di Kota Malang saat ini muncul wisata edukasi baru yakni Museum Ganesya.

Museum Ganesya merupakan museum yang dibuat oleh Hawai Water Park Group Malang, dan berlokasi di lantai dua dan tiga di Hawai Water Park. Museum tersebut berisi benda-benda bersejarah seperti senjata traditional, arca, keris, guci prasasti, artefak, peninggalan masa Kerajaan Majapahit maupun Kerajaan Singosari.

Selain itu, di sana juga terdapat topeng-topeng serta wayang-wayang dengan cirinya masing-masing, berasal dari berbagai daerah. Seperti Topeng Malangan, Wayang Golek dan beberapa model lainnya.

Direktur Utama (Dirut) Hawai Water Park Group, Bambang Judo Utomo dalam sambutannya menjelaskan nama Ganesya merupakan akronim dari Gelar Indonesia Budaya. Museum Ganesya dibuat bertujuan sebagai upaya melestariakan budaya serta memberikan pembelajaran kepada generasi penerus bangsa.

"Ini upaya kami memberikan pembelajaran pada generasi masa kini, khususnya para pelajar. Tentunya agar warisan budaya nusantara tak punah dimakan zaman," jelasnya,

Lanjutnya,  proses pembangunan Museum Ganesya memakan waktu tiga bulan. Pengerjaan museum tersebut dilakukan secara serius dan tidak asal-asalan.

"Bentuk dan isi-isinya selalu kami perhatikan.  Tentunya agar Museum Ganesya, bisa menjadi museum representatif di Malang Raya" ungkapnya.

Dan di Museum Ganesya, para pengunjung nantinya tak usah khawatir akan kebingungan dengan cerita atau sejarah dari benda-benda yang ada di museum. Sebab di sana nanti akan disediakan pemandu yang akan secara detail menjelaskan mengenai sejarah atau cerita dari koleksi yang ada di Museum Ganesya.

"Dan yang terpenting, semoga saja museum ini bisa memberikan wawasan sejarah maupun seni budaya bagi semua masyarakat,"paparnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Wasto menambahkan, jujur saja, memang saat ini budaya Jawa atau seni lainnya memang mulai luntur. Dan hal itu, membuat keprihatinan tersendiri. Namun dengan wisata edukasi baru yakni Museum Ganesya, yang dibangun Hawai Water Park Grup, akan sangat membantu dalam melakukan edukasi dalam hal sejarah.

Kemajuan negara yang pesat, seperti misalnya Jepang, diraih tanpa meninggalkan budaya sebelumnya. Karenya, dengan adanya museum, diharapkan bisa mewariskan budaya-budaya yang selama ini dimiliki.

"Karena itu, kami sangat berterima kasih, ini sangat berharga untuk generasi ke depan,  hanya saja mungkin perlu penyesuaian-penyesuaian untuk generasi saat ini, era IT seperti bisa saja tampilan wayang tiga dimensi atau empat dimensi agar lebih membuat ketertarikan dan kecendrungan untuk mempelajari menjadi sebuah kebutuhan," terangnya.

Terakhir Wasto menyebut ide dari Hawai Water Park Group Malang ini sangatlah cerdas. Sebab,  lokasi wisata atau rekreasi tersebut yang bisa saja memunculkan simbiosis mutualisme dalam kemajuan museum atau pun lokasi wisata Hawai Waterpark.

Sementara itu, dalam launching tersebut, dihadiri sekitar 300 kepala sekolah dari Kota maupun Kabupaten Malang. Selain itu, juga dihadiri dari perwakilan Kemdikbud. Dalam sesi seremonial, juga diisi oleh tarian dari siswa-siswi pelajar Kota Malang yang banyak mendapatkan apresiasi dari para tamu undangan.

 

End of content

No more pages to load